Minggu, 17 Mei 2026

Sensasi Jalan-jalan ke Kebun Jambu Citra

INGIN cari tempat wisata di hari libur yang lain dari biasanya di Pulau Bangka?

Tayang:
Penulis: edwardi | Editor: edwardi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- INGIN cari tempat wisata di hari libur yang lain dari biasanya di Pulau Bangka? Mungkin Anda bisa mencoba sensasi wisata kebun buah-buahan di Hendro Nursery Dusun Kim Hin Kelurahan Surya Timur Kecamatan Sungailiat.

Lokasi agrowisata ini sejak tahun 2007 lalu sudah dikenal warga Sungailiat sebagai kebun jambu Cincalo, namun seiring waktu lokasi agrowisata ini terus dikembangkan pemiliknya, Hendro dengan menanam jambu jenis lain seperti jambu Citra.

"Kita mulai membangun tempat ini dengan menanam jambu Cincalo pada tahun 2003, kemudian tahun 2009 mulai menanam jambu Citra jumbo tahun 2009. Saat ini kita sedang panen jambu Citra ukuran jumbo," kata Hendro yang ditemui Bangkapos.com, Sabtu (24/1/2015).

Diungkapkannya ada tiga belas jenis jambu air, namun yang ditanam disini diantaranya jenis Cincalo, Citra, Tung Klau, Tsunami, Tong Syam Si, jenis dari Bali, dan lainnya,

"Untuk jambu Citra ini bisa panen setahun tiga kali, keunggulan buahnya lebih besar dari jambu Cincalo dan lebih garing. Kalau cincalo lebih kecil dan lembut tektur buahnya, rasa manisnya hampir sama," jelas Hendro.

Diungkapkan Hendro, di kebun ini ada 80 batang jambu Citra, namun yang sedang dipanen saat ini sekitar 15-17 batang.

"Untuk pemasaran jambu Citra ini saya sudah memiliki sejumlah pelanggan tetap yang datang memesan lewat telepon ataupun datang langsung ke kebun ini. Ada juga orang datang bersama keluarganya sambil wisata melihat-lihat kebun dan membeli langsung kesini," jelasnya.

Ditambahkannya, untuk perawatan jambu Citra ini harus rutin dilakukan pemupukan sesuai dengan kebutuhannya, supaya tanaman rutin berbuah dan manis rasanya.

"Jambu Citra ini bila habis panen dilakukan pemupukan, menunggu dua bulan lagi biasanya timbul kembang buah yang baru lagi. Selain itu harus rajin dilakukan pemangkasan dahan pohon supaya tidak tinggi," tukasnya.

Dilanjutkannya untuk buah jambu yang busuk dan rontok bisa dimanfaatkan membuat pupuk organik dengan cara dipermentasi selama 3 bulan.

"Saya juga ada membuat obat herbal dari buah-buahan segar, dengan proses perendaman selama satu tahun, saya belajar membuat ini dari teman yang mendapatkan ilmu dari Thailand. Cuma saat ini obat herbal dari buah-buahan ini baru untuk kebutuhan sendiri, belum bisa dijual, karena peralatan yang saya gunakan untuk merendam buah-buahan ini masih sederhana," imbuhnya.

Selain jambu Cincalo dan Citra, Hendro juga memiliki jenis jambu tsunami, jambu ini rasanya lebih manis dan lebih unggul dari jambu Cincalo dan Citra, namun saat ini jambu Tsunami ini belum dikembangkan secara besar-besaran. Ada juga jenis jambu Tong Syam Si, tapi ini untuk pengembangan ke depannya.

"Saya juga melestarikan tanaman buah khas Bangka, seperti rukem, jambu bandar, jambu telok susu," ujarnya.

Selain itu ada juga jambu air khas Bangka ada tiga jenis, jambu merah, jambu putih, dan jambu kuning susu.

"Sekarang inikan sudah tidak banyak lagi orang yang membudidayakannya karena ukurannya kecil," jelasnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved