Pria Ini Mampu Pecahkan Balok Es Dengan Tangan Kosong

Mengatur langkah, gerak tangan, dan ritme pernapasan adalah hal pertama yang dilakukan oleh sekretaris Merpati Putih Medan

Pria Ini Mampu Pecahkan Balok Es Dengan Tangan Kosong
bangkapos.com/hendra
Ilustrasi: aksi pemecahkan balok es dengan tangan kosong.

BANGKAPOS.COM, MEDAN - Mengatur langkah, gerak tangan, dan ritme pernapasan adalah hal pertama yang dilakukan oleh sekretaris Merpati Putih Medan, Syawal Nasution sebelum mematahkan balok-balok es yang tertumpuk disebuah penyangga kayu.

Setelah mengatur ritme pernapasan tidak sampai tiga detik bagi syawal untuk mematahkan es-es tersebut, didepan anak-anak didiknya yang mengikuti ujian kenaikan tingkat beberapa waktu yang lalu di Asrama Putera USU, Jalan Dr Mansyur, Medan, beberapa waktu yang lalu.

Menurut laki-laki yang akrab disapa Syawal ini mematahkan balok es, besi, maupun batu adalah hal yang biasa mereka lakukan dalam ujian kenaikan tingkat. "Balok-balok batu atau es ini adalah hal biasa digunakan oleh anggota kita untuk nenguji kenaikan tingkat. Tetapi ujiannya bukan hanya ini. Masih banyak aspek lain yang dinilai," katanya ketika diajak berbincang di Universitas Negeri Medan. Jalan Pancing, Medan, Rabu (29/1/2015)

Ia juga menambahkan bahwa olahraga ini bukanlah olahraga mistis." Waktu memecahkan balok-balok tersebut kita tidak menggunakan ilmu-Ilmu mistis, ini murni pengolahan napas yang bagus yang kita gunakan sehingga bisa mematakan balok-balok tersebut.

Selain itu Syawal juga menambahkan bahwa beladiri ini juga mengajarkan tiga hal pokok. "Tiga hal yang kita ajarkan bagi anak-anak Merpatih Putih yaitu, olahraga, olahrasa, dan olahnapas. Nah yang memecahkan balok-balok itu adalah hasil dari pengolahan napas dan dari kemampuan mengolah rasa, kita bisa menggunakan perasaan kita untuk beraktivitas tanpa melihat. Seperti mengendarai mobil dengan tutup kepala dan aktivitas lainnya," katanya
Ketua harian Merpati Putih Medan,

Alkhati Mass Siagian juga mengatakan bahwa Merpati Putih ini adalah aktivitas yang bisa menyehatkan tubuh manusia melaui program olahraga. "Dengan ikut Merpati Putih ini, gula darah yang tinggi, darah rendah, darah tinggi bisa dinormalkan. Tetapi dengan catatan harus fokus," katanya.

Laki-laki yang berprofesi sebagai dosen ini juga menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan dari Merpati Putih Medan terbagi di 20 kelompok latihan. "Anggota-anggota kita di Medan ada sekitar 500-an orang saat ini dan tersebar latihannya di 20 kelompak latihan," katanya.

Selain itu, Katanya bahwa olahraga ini adalah beladiri yang sering diajarkan kepada aparat-aparat negara. "Beladiri yang asalnya dari kerajaan Amangkurat ini dulunya adalah olahraga kerajaan yang diajarkan kepada para tentaranya yang sampai sekarang masih juga masih diajarkan kepada tentara maupun polisi kita," katanya.

(Sumber: Tribunmedan)

Tags
Bela Diri
Editor: Hendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved