Harga BBM Turun, Januari 2015 Deflasi 0,24 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen pada Januari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Inflasi dari tahun

Harga BBM Turun, Januari 2015 Deflasi 0,24 Persen
kompas
Ilustrasi

BANGKAPOS.COM, JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen pada Januari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Inflasi dari tahun ke tahun tercatat 6,96 persen. Inflasi inti Januari 2015 sebesar 0,61 persen, dan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 4,99 persen.

Kepala BPS Suryamin menyebut, deflasi pada bulan Januari 2015 disebabkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). "Deflasi 0,24 persen diakibatkan oleh kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil (minus) 4,04 persen. Ini karena penurunan harga BBM. Terjadi penurunan tarif angkutan dalam kota di beberapa kota, dan tarif angkutan udara," jelas Suryamin dalam paparan, Senin (2/2/2015).

Sejak 1973, Indonesia mencatat tiga kali deflasi pada Januari, yakni pada Januari 1973 sebesar 1,65 persen, Januari 2009 sebesar 0,07 persen, dan Januari 2015 sebesar 0,24 persen. Deflasi tertinggi Januari 2015 terjadi di kota Padang sebesar 1,98 persen, dan deflasi terendah terjadi di Bandung serta Madiun sebesar 0,05 persen. Sementara itu, Ambon menjadi kota dengan inflasi tertinggi pada Januari 2015, sebesar 2,37 persen.

Suryamin mengatakan, kelompok pengeluaran bahan makanan masih mengalami inflasi 0,60 persen, meski ada beberapa komoditas yang menyumbang deflasi seperti buncis, kacang panjang, ketimun, cabai merah, serta cabai rawit.

Sementara itu dari kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau masih mengalami inflasi 0,65 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,8 persen. Sandang inflasi 0,85 persen, kesehatan inflasi 0,66 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi 0,26 persen.

Menurut Suryamin, seharusnya jika BBM turun, maka angkutan dan barang-barang juga turun. "Ke depan masih ada peluang untuk mengontrol inflasi," imbuh Suryamin.

Lebih lanjut dia bilang, menurut komponennya, inflasi inti tercatat sebesar 0,61 persen, deflasi harga diatur pemerintah tercatat 3,51 persen, inflasi harga bergejolak tercatat 0,55 persen, dan deflasi energi Januari 2015 tercatat 6,48 persen. "Ada yang belum mengikuti penurunan, harga yang bergejolak. Dalam komponen inti ini ada upah buruh, dan juga harga mobil, emas yang tergantung internasional. Jadi, ada yang harus dikontrol lebih keras lagi dengan penurunan harga BBM," kata Suryamin.

Sebagai informasi, inflasi Januari 2014 lalu merupakan inflasi yang tertinggi selama lima tahun. Inflasi Januari 2014 tercatat sebesar 1,07 persen. Sebagai perbandingan, pada Januari 2009 terjadi deflasi 0,07 persen, begitu pula Januari 2010 yang mencatat deflasi 0,84 persen. Pada 2011 terjadi inflasi Januari 0,89 persen, dan pada 2013 lalu inflasi bulanan Januari 1,03 persen.

Tags
HARGA BBM
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved