Suami Tak Melaut Bantu Istri Membuat Kue Imlek
Akibat cuaca buruk dimana gelombang besar dan angin kencang banyak nelayan Dusun Pesaren tidak turun melaut. Salah satunya suami Anita
Penulis: edwardi | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akibat cuaca buruk dimana gelombang besar dan angin kencang banyak nelayan Dusun Pesaren tidak turun melaut. Salah satunya suami Anita, warga Pesaren ini memanfaatkan waktu dengan membantu istrinya Anita membuat kue Konyen (Konyen sebutan orang Tionghoa Belinyu untuk Imlek, red).
"Iya suami saya sudah dua bulan lebih tidak melaut, jadi bantu-bantu saya bikin kue Konyen dan bikin kemplang dan kerupuk agogo," kata Anita ditemui Bangkapos.com di rumahnya, Sabtu (14/2/2015).
Diungkapkan Anita, suaminya merupakan buruh nelayan atau nelayan yang bekerja membawa perahu milik orang lain, karena itu untuk membantu ekonomi keluarga, ia bekerja membuat kemplang cumi dan ikan, kerupuk agogo, empek-empek dan kue-kue kering.
"Selama ini kami tinggal mengontrak, tapi sudah dua tahun ini kami membuat rumah sendiri di pinggir pantai Pesaren ini," kata Anita yang kondisi rumahnya tampak sederhana dengan perabotan rumah tangga seadanya.
Anita mengaku sudah membuat kemplang selama 5 tahun yang lalu dengan produksi 10 kg ikan atau cumi-cumi sekali membuat, namun saat ini belum bisa berproduksi karena tidak ada bahan baku ikan atau cumi-cumi. "Kalau saya jual kemplang mentah (belum digoreng,red) untuk kemplang ikan Rp 70.000/kg dan kemplang cumi-cumi Rp 80.000/kg," jelasnya.
Anita mengaku bila ada bantuan pemerintah untuk masyarakat usaha kecil, ia sangat berharap mendapatkan bantuan freezer dan gilingan cumi-cumi.
"Kalau ada freezer saya bisa menyimpan bahan baku ikan dan cumi-cumi untuk membuat kemplang, dan membuat es balok untuk dijual," harap Anita.