Breaking News:

Ini Filosofi Melepas Lampion Harapan ke Langit di Malam Imlek

Selain ritual penting memanjatkan doa di malam tahun baru Imlek, umat Tao Kecamatan Belinyu di Vihara Sinar Bakti juga mengadakan tradisi

Penulis: edwardi | Editor: Hendra
Bangkapos.com/edw
Panitia menyiapkan lentera terbang atau lampion harapan di vihara Sinar Bakti Belinyu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Selain ritual penting memanjatkan doa di malam tahun baru Imlek, umat Tao Kecamatan Belinyu di Vihara Sinar Bakti juga mengadakan tradisi melepas lentera atau lampion harapan ke langit, Kamis (19/2/2015) dini hari.

"Kita juga ada ritual melepas lentera terbang atau lampion harapan tujuannya untuk melestarikan budaya Tionghoa," kata Rudy Budiono, Ketua 1 Vihara Sinar Bakti Belinyu kepada Bangkapos.com, Kamis (19/2/2015) dinihari.

Rudy menjelaskan filosofi melepas lampion harapan berasal dari kisahnya jaman dulu kala ada sekelompok prajurit yang sudah terjebak dalam situasi perang dan tidak ada jalan lagi untuk bisa keluar dari situasi perang tersebut.

"Salah seorang diantaranya bernama Khung Min akhirnya berpikir dengan menciptakan lentera terbang, yang menandakan kalau kelompok prajurit itu berada disana dan memohon pertolongan dengan Tuhan agar bisa membantu mereka, ternyata lampion terbang ini dilihat kelompok tentara lainnya lalu datang untuk membantu mereka, akhirnya mereka berhasil selamat dari peperangan itu,"jelasnya.

Ditambahkannya oleh karena itu sampai sekarang ini orang Tionghoa percaya kalau bersungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan maka Tuhan akan membantunya.

"Makanya ada tradisi sebelum melepas lampion terbang ini, kita menulis harapan apa yang kita inginkan di lampion ini, seperti supaya usaha lebih maju, supaya berhasil, supaya mendapatkan jodoh, dan lainnya," ungkap Rudy.

Ditambahkannya, dalam ritual malam ini akan melepaskan sebanyak 200 lentera terbang, dan membakar kembang api sumbangan dari donatur dari Jakarta.

"Pada dasarnya vihara ini sifatnya nirlaba, tidak mencari keuntungan. Kita hanya mendapatkan sumbangan dari umat saja, tapi dengan rasa kesadaran dan saling gotong-royong maka kita saling membantu merayakan ini," imbuhnya.

Dilanjutkannya selaku pengurus vihara sangat berterima kasih kepada Gubermur Babel, Rustam Effendi , Kapolda Babel Brigjen Gatot Subiyaktoro dan Forum Pimpinan Daerah Provinsi Babel dan Kabupaten Bangka, serta Kecamatan Belinyu dan kelurahan bisa hadir ke acara ini.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved