Breaking News:

Penjual Stiker Pun Mengeluhkan Kondisi Perekonomian Babel Saat ini

Penjual stiker dan kaca film Debi (25) perantauan asal Kayu Agung Sumatera Selatan bingung mencukupi kebutuhan keluarganya saat ini

Bangka Pos / Vicqie WSW
Penjual Stiker mengelukan kondisi perekonomian babel sedang sulit 

Laporan wartawan Bangkapos.com, Vicqi WSW

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penjual stiker dan kaca film Debi (25) perantauan asal Kayu Agung Sumatera Selatan bingung mencukupi kebutuhan keluarganya saat ini. Pemasukannya dari menjual stiker disaat ini tak mencukupi.

Padahal dulunya, disaat ekonomi di Babel sedang naik, dia bisa meraup keuntungan hingga Rp 1 juta per-hari. Saat ini, sehari ada yang datang untuk beli stiker atau pasang kaca film pun tidak ada.

"Dulu pendapatan saya Rp 1 juta tapi sekarang serupiahpun susah, apalagi mau bayar kontrak lapak, setahun Rp. 4 juta. Sekarang ini macet, mana harga timah turun, kalau kondisi seperti ini susah cari duit," ujarnya.

Lanjut Debi, ia pernah berpikir untuk mengadu peruntungan di Belitung, karena masyarakat disana tidak mengandalkan hasil dari timah namun dari pertanian.

"Masyarakat disini mayoritas timah, timah turun otomatis dagangan sepi pembeli, kalau di Belitung masyarakatnya bertani jadi ekonomi agak stabil", jelasnya.

Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved