Bundaran Batu Satam Diwarnai Bendera Parpol

Kawasan yang juga dikenal -- sebutan Boulevard Simpang Lima Tanjungpandan (BSLT) -- tampak dipenuhi bendera berwarna merah berlogo

Bundaran Batu Satam Diwarnai Bendera Parpol
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Kawasan yang juga dikenal -- sebutan Boulevard Simpang Lima Tanjungpandan (BSLT) -- tampak dipenuhi bendera berwarna merah berlogo banteng bermoncong putih bertuliskan PDI P, Selasa (10/3/2014) pagi. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kawasan yang juga dikenal -- sebutan Boulevard Simpang Lima Tanjungpandan (BSLT) -- tampak berdiri  bendera berwarna merah berlogo banteng bermoncong putih bertuliskan PDI P, Selasa (10/3/2014) pagi.

Pantauan Pos Belitung, bendera-bendera tersebut dipasang di sebatang kayu dan ditegakkan melingkari dua bundaran kawasan icon kota Tanjungpandan tersebut. Kerapatan pemasangannya sekitar dua hingga tiga meter.

Kepala Dinas Kebersihan Pasar dan Pertamanan (DKPP) Kabupaten Belitung mengatakan, pemasangan bendera tersebut tidak memiliki izin. Menurutnya, Satpol PP Kabupaten Belitung dapat bergerak menertibkan.

"Tidak ada izin, dan tidak pernah kasih tahu," kata Azhar saat dikonfirmasi Pos Belitung, Selasa (10/3/2015) pagi.

Azhar mengatakan, pemasangan itu terkait dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Pemasangan atribut-atribut seperti di Bundaran Tugu Batu Satam memerlukan izin dari SKPD terkait (Dinas Kebersihan Pasar dan Pertamanan Kabupaten Belitung).

"Itu jelas di pasal 47 itu disebutkan begitu. Kalau tidak ada izin ya jelas tidak boleh. Yang jelas tidak ada konfirmasi sampai sekarang," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pos Belitung masih berupaya mengkonfirmasi hal ini terhadap kepengurusan PDI Perjuangan di Kabupaten Belitung. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung yang juga merupakan Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani tak berada di Gedung DPRD Kabupaten Belitung saat hendak dikonfirmasi terkait hal ini.

Sesaat wartawan mengupayakan untuk menghubungi lewat nomor ponsel Taufik, kala itu hanya terdengar nada di ujung teleponnya, tapi tak aktif ketika dihubungi.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: emil
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved