Mahluk Halus Penunggu SMP Negeri 1 Sungailiat Tak Mau Pindah

Ketua Komite SMPN 1 Sungailiat, Rasidi Talinb (60) memastikan, kesurupan yang menimpa pelajar di sekolah itu sangat mengganggu

Mahluk Halus Penunggu SMP Negeri 1 Sungailiat Tak Mau Pindah
bangkapos.com/fery Laskari
Belasan pelajar SMPN 1 Sungailiat kerasukan, Senin (23/3/2015). Konon khabarnya pelajar itu mengalami nalar di luar kesadaran karena dirasuki roh halus yang bersumber di pohon tua berumur ratusan tahun di sekolah itu.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Komite SMPN 1 Sungailiat, Rasidi Talinb (60) memastikan, kesurupan yang menimpa pelajar di sekolah itu sangat mengganggu proses belajar-mengajar, Senin (23/3/2015).

"Nah kejadian hari ini (Senin) ada kaitannya dengan kejadian Hari Kamis kemarin. Kamis kemarin saya sudah sarankan agar ditebang saja pohon itu, pohon beringin dekat WC dan juga pohon besar angsana," katanya.

Rasidi yakin, pohon besar angsana dan juga pohon beringin kecil dekat WC, sumber mahluk halus penggangu para siswi. Karena katanya, setiap siswi lewat tempat itu, dekat WC tadi, selalu merasakan hal yang kurang nyaman.

"Entah gimana kena satu anak dulu, jam istirahat (Senin), berjangkit ke yang lain. Setiap ada yang nolong, kena juga. Anak-anak (siswi) ini dalam keadaan kotor rupanya (haid), belasan orang lah yang kena. Siapa yang nonton siapa yang lemah, langsung masuk (masuk ghaibnya ke raga si anak). Maka saya imbau supaya orang pinta bantur, misal secara rukiah atau gimana di sekolah ini," katanya.

Mengenai pohon besar paling utama, yaitu Pohon Angsana yang berdiri di tengah halaman sekolah, menurut Rasidi, adalah cerita lama. Rasidi tahu persis soal pohon tu karena dulunya, Rasidi adalah salah satu murid di gedung ini, ketika bangunan itu masih menjadi sekolah teknik (ST), puluhan tahun silam. "Kalau pohon satu ini, angsana (pohon paling besar di tengah halaman sekolah). Pohonnya itu sudah ratusan tahun. Sedangkan pohon satunya lagi walau belum lama (dekat WC), ada gelagat dak beres juga di pohon itu. Siapapun yang lewat akan terasa (dak enak)," katanya.

Satu hal menarik dari cerita Rasidi, dia mengaku sempat berkomunikasi dengan mahluk ghaib yang masuk ke raga siswi saat kejadian, Senin (23/3). "Saya sempat komunikasi. Penunggu itu (mahluk astras) bilang dak mau lari. Yang masuk ke raga salah satu siswi namanya Stevanie dan Geofanie (nama mahluk halus selain jenggot putih). Saya komunkasi dengan mahluk itu dalam wujud anak siswi (yang sedang kesurupan). Saya ucap salam (secara muslim) dia tidak jawab, lalu saya bilang mau apa. Dia (mahluk itu) jawab sudah lama dia sini, dia mau lihat rumah baru. (Pohon kecil dekat WC). Disitu mahluk itu bilang banyak teman sebaya dengan dia, sehinga dia mau tingal disitu," kata Rasidi mengutip percakapannya dengan mahluk ghaib berwujud siswi yang dirasuki.

Rasidi sempat menyuruh mahluk ghaib ini keluar dari raga sang siswi, namun gagal. Alasannya, mahluk itu mengaku hanya ingin main-main di sekitar tempat itu. "Saya bilang dak boleh, ini jam sholat, ini mushollah muslim. Saya suruh keluar, saya paksa mahluk halus itu keluar dari raga siswi dengan cara membacakan ayat kursi bersama-sama dengan para guru-guru lainnya. Akhirnya mahluk itu mau pulang (keluar dari raga siswi)," paparnya.

Di satu sisi Rasidi menyarankan, agar ada orang pintar atau ulama yang bisa membantu mentralisir kawasan sekolah tersebut. "Maka saya sarankan cari 'orangpintar' misal ulama, kita doa-doa supaya mereka (mahluk astral) tidak ganggu lagi. Karena gelagat ini sudah dua minggu ini terjadi. Sampai -sampai penjaga sekolah saja takut. Makanya tadi (kemarin) siswa dipulangkan lebih awal karena takut banyak yang kena (kerasukan lagi)," katanya.

"Saya tahu persis tempat ini. Saya dulu sekolah disini. Dulu ini ST, sekolah teknik negeri. Bangunan ini sudah berdiri zaman Belanda. Makanya umur pohon angsana ini sudah ratusan tahun. Di pohon angsana ini kalau saya lihat ada mahluk (ghaib) seperti bola bergelantungan. Malah sering saya lihat kalau lagi hujan gerimis dia (mahluk itu) tertawa cekikikan, malah sore-sore lagi. Fakta kenyaatan seperti itu, percaya atau tidak. Yang jelas saya percaya ada mahluk ghaib," kata Rasidi menyebutkan, bangunan yang diperkirakan berdiri tahun 1819 itu seiring waktu direnovasi dan akhirnya menjadi SMPN 1 Sungailiat.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved