Hiu Bakau Kerap Berkeliaran di Perairan Tanjung Pendam
Sungai Cerucuk seperti tak kehabisan kisah untuk diceritakan. Setelah dikenal sebagai sarang buaya dan menjadi jalur perdagangan
Laporan wartawan Pos Belitung, Wahyu K
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sungai Cerucuk seperti tak kehabisan kisah untuk diceritakan. Setelah dikenal sebagai sarang buaya dan menjadi jalur perdagangan kuno Belitong, sungai ini pun ternyata juga kerap disambangi ikan hiu.
Tokoh masyarakat Desa Juru Seberang Musa Mustafa mengatakan, ikan hiu sejak lama berenang mulai dari perairan Tanjungpendam hingga ke Sungai Cerucuk. Warga Juru Seberang menyebut hiu dengan nama Iyuk Julam atau biasa juga dinamai Hiu Bakau.
“Hiu ini biasa berenang lewat jembatan Pilang, bahkan sampai ke Pulau Kapal, buktinya pernah ada pemancing yang pernah dapat di sana,” kata Musa kepada Pos Belitung, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, hiu ini bisa mencapai bobot 25 kilogram dengan ukuran menyerupai paha orang dewasa. Giginya tajam layaknya hiu biasa dilihat di laut, warna kepala hingga ke perut putih, dan bagian belakang agak kebiru-biruan.
Namun yang paling sering dijumpai nelayan adalah hiu berukuran kecil dengan bobot 2-3 kilogram. Ketika sedang berburu ikan-ikan kecil, hiu ini akan menampakkan siripnya di permukaan air.
“Tapi hiu ini tidak menggangu orang, kelincahannya juga membuat ikan ini tidak masuk daftar buruan buaya,” kata Musa.
Menurutnya, keberadaan hiu Julam tak dipengaruhi oleh musim. Artinya, ikan bisa dijumpai di muara Cerucuk sepanjang tahun. Hanya saja jumlahnya sekarang tak sebanyak dulu. Semasa muda, Musa sering mendapati 10-15 ekor Hiu Julam dalam pukatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/melintasi-jembatan-pilang.jpg)