Tumpukan Sampah di Jembatan Kace Mengganggu Pengendara Jalan
Tumpukan sampah di jembatan Kace perbatasan Desa Kace Timur dan Kace Induk kini kian bertambah banyak dan keberadaannya
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Hendra
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tumpukan sampah di jembatan Kace perbatasan Desa Kace Timur dan Kace Induk kini kian bertambah banyak dan keberadaannya mulai mengganggu pengguna jalan. Pasalnya sampah rumah tangga tersebut dengan jelas dapat dilihat pengguna jalan yang melintaas dari arah Pangkalpinang maupun arah Petaling.
Tidak jarang aroma menyengat dapat tercium saat melewati tumpukan sampah tersebut, terutama jika habis turun hujan. Apalagi sampah-sampah tersebut juga masuk ke aliran sungai di bawah jembatan dan berpotensi mengotori aliran sungai di bawahnya.
Munandar Kades Kace Timur kepada bangkapos.com mengungkapkan keberadaan tumpukan sampah di jembatan Kace memang sudah dikeluhkan pengendara yang melintasi jembatan tersebut.
"Sudah sering dikeluhkan, terutama pengguna jalan. Apa lagi disana dekat DAS Rangkui. Tapi mau bagaimana, tanah itu punya orang Pangkalpinang," ungkap Munandar, Jumat (27/3).
Menurut Munandar, sampah-sampah tersebut tidak diketahui siapa yang membuangnya, karena orang yang membuang sampah ditempat tersebut biasanya melakukannya pada malam hari sambil lewat di jalan tersebut.
"Yang buang sampah bukan warga kita. Soalnya warga kita banyak ikut mobil sampah yang diambil tiap hari selain Jumat dan Minggu," jelasnya.
Terkait keberadaan sampah yang kian banyak di jembatan tersebut, Munandar mengatakan sebelumnya pihaknya sudah pernah bergotong royong membersihkannya dengan cara meratakannya.
Namun beberapa saat kemudian, sampah-sampah rumah tangga kembali membludak, dibuang oleh warga yang tak bertanggung jawab. "Rencananya ini akan bicarakan dengan pemiliknya, tidak tahan juga karena imbasnya ke pengguna jalan, nganggu pemandangan," tandas Munandar.
Terpisah H Abas pemilik tanah ketika dikonfirmasi terkait tumpukan sampah yang dibuang oleh warga tak bertanggung jawab diatas tanahnya mengatakan dulu dirinya sudah memasang papan peringatan, tetapi beberapa saat kemudian hilang dibuang orang.
"Jadi ke pak kades lah bagaimana, kita bukannya merintah,"imbuhnya.(wan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sampah-di-kace.jpg)