Kembali Naikkan Harga BBM, Manajemen Pemerintahan Jokowi Dikritik

Pemerhati kebijakan publik, Agus Pambagio, mengkritik kebijakan pemerintah di bidang energi, khususnya ihwal harga bahan bakar minyak

Kembali Naikkan Harga BBM, Manajemen Pemerintahan Jokowi Dikritik
BANGKA POS / GATRA
Antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 24331102, jalan Ahmad Yani, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rabu (4/3/2015). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA,  - Pemerhati kebijakan publik, Agus Pambagio, mengkritik kebijakan pemerintah di bidang energi, khususnya ihwal harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, kebijakan pemerintah menetapkan harga BBM sesuai mekanisme pasar membuat stabilitas harga tak menentu.

"Saat ini harga BBM mengikuti kebijakan harga 'sarung'. Dia bisa naik, dia bisa merosot," kata Agus dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (29/3/2015).

Agus juga mengkritik sikap pemerintah yang tidak melakukan sosialisasi soal perubahan harga BBM tersebut. Kenaikan harga BBM pada Sabtu kemarin, misalnya, tidak disertai dengan pengumuman secara terbuka kepada masyarakat. "Tidak disosialisasikan karena sosialisasinya hanya di tingkat hulu antara kementerian dan DPR," kata dia.

Agus menyatakan bahwa kenaikan harga BBM pada November 2014 tidak dapat dihindari sebab subsidi BBM sudah hampir Rp 400 triliun. Seiring perkembangan harga minyak dunia selama beberapa bulan kemudian, ada peluang bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Namun, kata Agus, pemerintah sebetulnya tidak perlu memangkas harga BBM.

"Biar saja uangnya buat tabungan. Di sisi publik, kalau diturunkan tidak ada efeknya karena harga barang-barang juga tidak turun," kata Agus.

Ia memperkirakan, jika nanti harga BBM naik lagi, maka harga barang-barang yang sudah merangkak naik sejak November akan kembali mengalami kenaikan harga. Atas dasar itu, dia berpesan kepada pemerintah agar jika ada penurunan harga minyak dunia, sebaiknya tidak serta-merta diikuti dengan penurunan harga BBM.

"Uangnya ditabung, sehingga kalau ada kenaikan kembali, bisa untuk menutupi, kan sudah tidak ada subsidi," ucap dia.

Mulai Sabtu (28/3/2015) pukul 00.00 WIB, harga bahan bakar minyak (BBM) untuk distribusi Jawa, Madura, dan Bali mengalami kenaikan. Harga BBM jenis solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.400 per liter. Sementara itu, harga BBM jenis premium naik menjadi Rp 7.400 per liter dari harga awal Rp 6.900 per liter.

Tags
HARGA BBM
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved