Hakim Sarpin Dicecar Puluhan Pertanyaan oleh Penyidik

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi mendapat puluhan pertanyaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum

Hakim Sarpin Dicecar Puluhan Pertanyaan oleh Penyidik
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ilustrasi: Hakim Sarpin Rizaldi hendak memimpin sidang perdana praperadilan penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka pemilik rekening mencurigakan oleh KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi mendapat puluhan pertanyaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dalam pemeriksaan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/3/2015).

Sarpin menjelaskan, dirinya membuat dua buah laporan. Laporan pertama atas terlapor Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki. Laporan kedua atas komisioner KY, Taufiqurahman Sauri.

"Satu laporan ada 20 pertanyaan. Jadi dari dua laporan, hitung saja sendiri, ada puluhan," ujar Sarpin setelah pemeriksaan.

Pria yang merupakan hakim dalam sidang praperadilan antara Komjen Budi Gunawan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut tidak mau menjelaskan secara detail pertanyaan apa yang diajukan kepada dirinya. "Yang pasti yang ada hubungannya dengan laporan yang saya buat, yaitu pencemaran nama baik. Tidak ada yang lain," ucap Sarpin.

Sarpin juga menolak memberitahukan pernyataan kedua terlapor yang menurutnya membuat nama baiknya tercemar. Sarpin malah mengatakan, "Tanya saja ke penyidik".

Sarpin mengatakan, laporan kepada dua orang tersebut telah dilayangkan beberapa hari yang lalu. Senin ini merupakan panggilan pertama dirinya sebagai saksi. Dia berharap penyidik juga memeriksa terlapor segera. (Baca Layangkan Somasi, Hakim Sarpin Tuntut Para Pengkritiknya Minta Maaf)

Sebelumnya, berbagai pihak mengkritik Sarpin yang memutuskan penetapan tersangka Budi Gunawan oleh KPK tidak sah. Sarpin menganggap KPK tidak berwenang mengusut kasus Budi. Dampaknya, kasus Budi Gunawan dilimpahkan KPK ke Kejaksaan Agung.

Koalisi Masyarakat Sipil melaporkan dugaan pelanggaran kode etik perilaku hakim atas putusannya itu. Saat itulah 'perang wacana' antara Sarpin dan petinggi KY berlangsung.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved