Minggu, 17 Mei 2026

Lada Tiang Hidup Lebih Menguntungkan Petani

Badan Pengelola Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Provinsi Bangka Belitung melakukan budidaya tanaman lada

Tayang:
Editor: Hendra
Bangka Pos / Resha Juhari
Kholid menunjukan tanaman lada di Kebun Percontohan Lada BP3L di Cambai Selatan yang menggunakan junjung hidup dari pohon Gamal. Senin (6/4/2015) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Resha Juhari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Pengelola Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Provinsi Bangka Belitung melakukan budidaya tanaman lada dengan menggunakan tiang panjat hidup di kebun percontohan lada di Desa Cambai Selatan, Bangka Tengah, Senin (6/4/2015).

Pengelola kebun percontohan lada BP3L, Kholid mengatakan pembibitan dengan menggunakan tiang atau masyarakat biasa mengenal dengan sebutan junjung hidup sudah sejak lama diterapkan di Lampung, bahkan negara Vietnam belajar dari Indonesia cara melakukannya itu.

"Indonesia kini jauh tertinggal dari Vietnam, mereka yang dulunya belajar cara pembibitan dan penanaman lada dari Indonesia kini maju pesat," jelasnya.

Ia mengungkapkan, penggunaan junjung hidup pada tanaman lada memilik banyak manfaat selain ramah lingkungan dalam penghijauan dan murah, Junjung hidup juga memiliki masa panen yang lebih panjang hingga belasan tahun dibanding dengan junjung mati yang hanya bertahan beberapa tahun saja. Junjung hidung biasanya dapat menggunakan dua jenis pohon yaitu pohon Gamal dan pohon Randu atau Kapuk, karena memiliki batang yang lurus.

"Di Bangka sendiri, masih jarang petani lada menggunakan junjung hidup karena tradisi dari dulu mereka hanya mengetahui junjung mati, oleh karena ini kita BP3L pelan-pelan mensosialisaikan penggunaan junjung hidup demi penghijauan," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Tags
Lada
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved