Breaking News:

Opini: Kenali Dirimu!

Problem terbesar manusia modern kerap dimotori oleh kitidakmampuannya untuk memahami hakikat diri terdalam. Hal ini ditandai dengan

Opini: Kenali Dirimu!
NET
ilustrasi

Opini: Satera Sudaryoso, Dosen STAIN Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Problem terbesar manusia modern kerap dimotori oleh kitidakmampuannya untuk memahami hakikat diri terdalam. Hal ini ditandai dengan kegaluan akut dan aliniasi diri yang sering menerpa kehidupannya. Problem demikian, disebut oleh Seyyed Hossein Nasr sebagai penyakit amnesis (lupa akan siapa sebenarnya ia).

Pirus lupa diri dan alineasi jiwa memang telah banyak dibahas dan dicarikan solusinya oleh para ahli dalam pelbagai bidang disiplin ilmu. Kendati telah memberi arti tersendiri, problem tersebut justru semakin membahayakan, bahkan mematikan.

Problem Kemanusiaan

Problem masyarakat modern bertumpu pada ketidakmampuannya untuk mengenal siapa dia sesungguhnya. Bukti dari ketidaktahuannya terhadap diri ini adalah tidak harmonisnya hubungan manusia dengan sesama, dengan alam semesta, bahkan dengan Tuhan.

Orang yang tidak mengenal dirinya adalah dia yang tidak mampu berdamai dengan hatinya. Orang yang demikian ini dapat membahayakan dirinya pribadi, bahkan cenderung menyengsarakan orang lain, seperti mereka yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini melalui aksi terorisme, begal, dan perang. Orang yang tidak mengenal dirinya juga tidak mampu berdamai dengan alam semesta atau lingkungannya. Orang yang demikian menjadikan dirinya sebagai musuh bagi sesuatu selain dirinya.

Problem tersebut tak lain merupakan ekpresi dari gejolak batin yang tak mampu dikendalikannya. Jangankan berdamai dengan alam dan Tuhan, dengan diri sendiri pun ia berperang. Orang yang demikian cendrung egois, arogan, dan eksploitatif terhadap alam. Akibatnya, alam dan lingkungan menjadi rusak.

Karena tidak mampu berdamai dengan hatinya dan tidak bisa mengharmonikan dirinya bersama alam, dia pun menjadi buta, tuli, bisu, dan lumpuh dari mengenal Tuhan Sang Pencipta. Orang yang demikian ini derajatnya tak ubah seperti binatang, bahkan lebih hina dari binatang ternak sekali pun. Kondisi yang demikian tentu tidaklah dikehendaki oleh mereka yang menamakan diri sebagai manusia.

Sebab, manusia pada dasarnya dicipta dengan kesempurnaan melebihi makhluk Tuhan lainnya. Manusia diciptakan untuk menciptakan peradaban dan kemaslahatan di bumi, bukan merusak dan menghancurkan. Lantaran itulah, orang-orang bijak terdahulu selalu menekankan supaya pengenalan terhadap diri ini menjadi sesuatu yang diprioritaskan terlebih dahulu, baru menyusul kepada hal lain. Sebab, orang yang mengenal hakikat diri ini, dialah yang mampu berdamai dengan hati, berharmoni bersama alam, dan menjadi khalifah Tuhan di bumi.

Islam dan pengenalan diri

Signifikansi pengenalan hakikat diri menjadi sesuatu yang sangat diprioritaskan dalam Islam. Sebab, melaluinya seseorang mampu mengharmonikan dirinya terhadap sesama, alam, dan Tuhan. Pada kondisi demikian, label manusia sempurna dapat disematkan kepada dirinya.

Dalam sebuah hadis yang diyakini para sufi, dinyatakan bahwa "Siapa yang mengenal dirinya, dia yang mengenal Tuhannya". Ini berarti bahwa orang yang sudah mampu memahami hakikat diri: siapa dia sesungguhnya, dari mana ia berasal, dan kemana ia akan kembali, merupakan sebuah pencapaian spiritual yang mencerahkan.

Doktrin tentang mengenal diri ini sejalan dengan ajaran Socrates (470-399 SM)---seorang filosof besar Yunani klasik---dengan semboyannya yang terkenal "Gnothi seaution" (kenalilah dirimu). Bahkan, al-Qur'an---kitab suci umat Islam---dengan lugas menyatakan, "wa-fi anfusikum afala tubsirun" (di dalam diri (jiwa) mu tidakkah engkau memperhatikan).

Oleh karenanya, mengenal diri adalah cara terbaik agar manusia dapat mengenal realitas ketuhanan. Pengenalannya terhadap realitas ketuhanan merupakan pertanda akan kesempurnaan pencapaiannya sebagai manusia paripurna, manusia pencipta keseimbangan semua tatanan alam.(*)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved