Breaking News:

Ini Kisah Pasar Kumuh Jadi Pasar Kite Sungailiat

Bupati Bangka H Tarmizi Saat menguraikan riwayat berdirinya

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
Ini Kisah Pasar Kumuh Jadi Pasar Kite Sungailiat
bangkapos.com/nurhayati
Gubernur Babel H Rustam Effendi bersama dengan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Kapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro dan Dandim 0413 Kolonel Infantri Dandim 0413/Bangka Letkol Inf Utten Simbolon, Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian, Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai Erlyanto, Kepala SKPD di Pemprov Babel, SKPD di Pemkab Bangka, dan para undangan lainnya, Selasa (14/4/2015) ketika peresmian Pasar Kite Sungailiat.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat menguraikan riwayat berdirinya Pasar Sungailiat yang sekarang menjadi Pasar Kite Sungailiat dengan diresmikan oleh Gubernur Babel H Rustam Effendi, Selasa (14/4/2015) di Halaman Pasar Kite Sungailiat.

Pasar ini sebelum dibangun sudah cukup tua, sekitar 40 tahun lebih tidak direnovasi sehingga terkesan kumuh dan sudah keropos.

"Riwayat Pasar Bawah Sungailiat ini sejak munculnya embrio pasar hingga sekarang telah berumur lebih 40 tahun. Sebagai pusat aktivitas perdagangan kebutuhan pokok Kabupaten Bangka transaksi jual beli yang padat walaupun kondisi bangunan yang sudah rapuh, terkesan kumuh, sembrewut dan tidak teratur," ungkap Tarmizi dalam sambutannya ketika peresmian Pasar Kite Sungailiat, Selasa (14/4/2015)di Halaman Pasar Kite Sungailiat.

Diakuinya beberapa upaya dicoba Pemkab Bangka merevitalisasi pasar diantaranya menggunakan dana LPDB Kementerian Koperasi dan UMKM sebesar Rp 45 milyar. Namun sulit dilaksanakan karena terbentur aturan dan pembangunannya harus dikerjakan oleh koperasi yang memiliki aset besar sebagai jaminan bank. Namun upaya ini gagal sehingga Pemkab Bangka tahun 2012 kembali menggunakan sistem BOT atau bangun guna serah yang pembangunan dan pengelolaan oleh pihak ketiga.

"Lama pengelolaanya 25 tahun, namun tidak bisa kita laksanakan karena sebagian besar pedagang menolak dan keberatan dikelola pihak swasta karena dalam jangka waktu lama, akhirnya revitalisasi gagal menggunakan sistem BOT," jelas Tarmizi.

Ketika ia bersama Wakil Bupati Bangka Rustamsyah diamanahnya untuk menjadi bupati dan wabup mereka mengajukan permohonan kepada Pemprov Babel melalui dana bantuan (daba) yang disetujui Gubernur Babel Rustam Effendi bersama DPRD Babel dan Badan Anggaran Pemprov Babel yang dianggarkan sebesar Rp 16 milyar.

"Sekilas balik dana sebesar Rp 16 milyar itu dialokasikan peruntukannya untuk relokasi ke heliped Nang Nung sebesar Rp 765 juta dikerjakan PT Manunggal Jaya dengan waktu pelaksanaan relokasi tanggal 7 Mei 2014 selesai 25 Juni 2014," kata Tarmizi.

Selanjutnya untuk pembangunan pasar tersebut dana yang dihabiskan sebesar Rp 14.288.093.000 yang dikerjakan PT Panen Jaya Sepasang pada tanggal 21 Juni 2014 sampai 17 Desember 2014.

"Peletakan batu pertamanya dilakukan bapak gubernur tanggal 24 Juni 2014," jelas Tarmizi.

Untuk itu ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Babel dan Anggota DPRD Babel yang telah menyalurkan dana sehingga terbangunnya Pasar Kite Sungailiat.

Dia juga berterima kasih kepada Polres Bangka dibawah pimpinan Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai Erlyanto dan pihak TNI yang telah mengamankan pelaksanaan saat pembangunan pasar, relokasi pasar di kawasan heliped hingga peresmian pasar bisa terlaksana dengan baik.

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved