Sungailiat Triathlon

Jalur Sungailiat Triathlon Layak Digunakan Tapi Dengan Catatan

Tim Konsultan Indorace Jakarta telah meninjau jalur lintasan Triathlon Sungailiat Bangka, Kamis (16/4/2015). Intinya,

Jalur Sungailiat Triathlon Layak Digunakan Tapi Dengan Catatan
bangkapos.com/nurhayati
Para peserta Sungailiat Triathlon kategori olimpic, Sabtu (19/4/2014) saat bersiap di garis start mengikuti pertandingan renang di Pantai Matras .

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tim Konsultan Indorace Jakarta telah meninjau jalur lintasan Triathlon Sungailiat Bangka, Kamis (16/4/2015). Intinya, jalur tersebut layak digunakan, dengan beberapa catatan yang harus dibenahi terlebih dahulu oleh pemerintah daerah.

"Hari ini kegiatan kita sudah survei untuk jalur renang. Kita juga sudah lihat obaknya (laut sepadan Pantai Tanjung Pesona-Rebo) sudah cukup ideal untuk perlombaan (Triathlon) nanti. Kita berharap di Hari H (25 April 2015), ombaknya tidak jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Saya kira ini musimnya sudah lewat ya (lewat musim gelombang besar), musim barat, jadi sampai satu minggu ke depan mungkin tidak akan banyak berubah. Kecuali ada perubahan cuaca ekstrim, ada hujan ada badai malam sebelum acara atau gimana, itu yang mungkin akan mempengaruhi sedikit pada kondisi laut. Tapi kiat berharap tidak ada perubahan lah," kata Ketua Tim Konsultan Indorace Jakarta, Andi Sadruddin Rohadian usai meninjau Jalur Lintasan Triathlon di Sungailiat Bangka, Kamis (16/4/2015).

Iye, sapaan akrab Andi Sadruddin Rohadian ditemui di Hotel Tanjung Pesona mengaku tak hanya meninjau lintasan renang, tapi jalan yang bakal dilalui peserta ketika menggunakan sepeda. "Kita juga sudah survei transitions,..posisi penempatan sepeda. Setelah mereka (peserta) berenang, mereka akan mengambil sepeda di posisi transisi. Posisi transisi agak di atas, walaupun awalnya transisi rencanakan di bawah dekat pantai," katanya.

Alasan pemindahan tempat transisi menurut Iye demi faktor kenyamanan bagi para peserta nanti. "Karena lokasinya cukup sempit (jika di transisi bawah -red) dan jalan agak menanjak, Maka agak sedikit riskan bagi peserta. Maka kita pindahkan ke areal parkir (atas) Tanjung Pesona Resort ini, sekirtar 200 meter dari pantai. Itu untuk menghindari peserta naik sepeda nanjak," katanya.

Finalisasi jalur sepeda menurut Iye, sudah matang, walau ada beberapa titik yang harus diperhatikan oleh pemerintah atau penyelenggara Triathlon. "Tadi sudah finalisasi untuk rute sepeda dan rute larinya. Rute sepeda dari kilometer satu sampai dengan Kkilometer lima masih cukup baik jalanannya (jalan aspaslnya).
Hanya saja ada beberapa lubang yang mengganggu. Saya pikir (berharap) dalam beberepa hari ini diperbaiki (oleh Pemprop Babel karena jalan prpinsi). Juga yang penting diperhatikan event organizer (EO) dan panitia disini, itu ada beberapa setion yang berpasir (jalan aspal berpasir). Karena kebanyakan peserta menggunakan sepeda balap yang bannya tipis, jadi kalau mereka menginjak pasir itu ada kecendrungan membahayakan, bisa jatuh," katanya.

Khusus lintasan aspal berpasir kata Iye, agar panitia segera mengambil tindakan. "Itu harus diperhatikan supaya bisa diskop atau dibuang pasirnya, kemudian disapu. Nah di titik kilometer tujuh sampai delapan, itu yang rusak parah. Sebelum jembatan sampai setelah jembatan (Jembatan/Jalan Aspal Sepadan Pantai Rebo). Itu mungkin bisa difokuskan untuk perbaikan (Pemprop Babel) dalam beberapa hari ini," kata seraya menyebut, di lintasan lain hanya ada beberapa lubang yang perlu ditampal.

Lain halnya untuk jalur lintasan lari, menurut Iye, tak begitu riskan. Karena peserta yang lari, diprdiksikan masih dapat menyesuaikan diri pada kondisi jalan yang dimaksud. "Kalau untuk larik tidak terlalu jadi isu karena jalanannya cukup baik. Ada beberapa setions yang juga perlu dibersihkan walupun tidak seprioritas dengan jalur sepeda. Karena kalau larikan, kita injak pasir tidak masalah. Tapi kalau sepeda rodanya berbahaya," jelasnya.

Terkait temuan di lapangan, Iye selaku Ketua Tim Konsultan Triathlon merasa perlu memberikan pemantapan pada panitia, EO maupun piha-pihak terkait yang turun di acara tersebut. "Fokus hari ini (kemarin) mungkin kita berikan briefing juga buat panitia yang akan betugas nanti, terutama pihak marshal air, marshal sepeda, marshal lari. Kita juga akan informasikan titik-titik kritikal dari rute, dimana posisi untuk memberikan minum bagi pesrerta, kemudian juga posisi kritis yang rawan terutama di perempatan-perempatan," katanya.

Namun demikian Iye memastikan, jalur yang dipilih sebagai lintasan Triathlon, cukup ideal. Selain memiliki pemandangan pantai, laut dan bebukitan yang indah, tempat itu diprediksikan aman bagi peserta. "Saya lihat rute di Sungailiat sangat ideal sekali untuk Triathlon karena jalannya sepi. Saya lihat saat survei, dari 30 kilometer kita jalan tadi cuma satu dua ketemu motor atau mobil (yang melintas). Maka saya harap nanti di waktu lomba, kondisinya tetap seperti itu. Jadi memang, saya kira perlu ada petugas keamanan di depan itu, karena kalau tidak salah acaranya hari Sabtu ya. Hari sabtu (25/5), apakah banyak yang vihara atau kemana, itu yang mungkin perlu perhatian buat pihak kemanan yang bertugas," kata Iye berharap pengendara atau pengguna jalan selain peserta Triathlon tak menjadi gagguan atau hambatan bagi peserta nanti.

"Mungkin caranya apakah buka tutup (jalan) atau gimana. Yang jelas paling tidak harus ada pemberitahuan kepada sopir yang membawa wisatawan atau apa, bahwa disini sedang ada lomba Triathon. Dengan demikian pengguna jalan bisa peduli pada pesepada-pesepada peserta Triathlon yang sedang mengikuti lomba, paling tidak peserta dikasih priritras di jalan, jangan dipepet oleh kendaraan lain," harapnya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved