Pengedar Sembunyikan Sabu-sabu di Pagar Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkalpinang meringkus dua orang pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu

Pengedar Sembunyikan Sabu-sabu di Pagar Rumah
Bangka Pos / Anthoni
Gelar perkara narkoba

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkalpinang meringkus dua orang pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu. Mereka adalah, Nopriyanto aliass Nopri (28) warga gang Gabus, Kecamatan Gabek Pangkalpinang dan Pahipal alias Ipal (38) warga Kelurahan Rejo Sari, Kecamatan Pangkalbalam. Keduanya diringkus tak jauh dari kediaman masing-masing, Senin (20/4) malam.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Raspandi mengatakan, terkuaknya jaringan narkoba ini setelah polisi berhasil meringkus Nopri dengan barang bukti satu paket narkoba dan satu telepon seluler.

Dari pengakuan Nopri barang tersebut ia beli dari Ipal. Tak membuang waktu banyak berapa jam penggerebekan yang dipimpin Kasat Narkoba Iptu Sutarman itu berhasil membekuk Ipal dengan barang bukti lima paket sabu, satu timbangan digital dan satu set alat hisap sabu (bong) dan satu telepon genggam.

"Keduanya masih satu jaringan. Dari pengakuan Nopri barang tersebut dibeli dari Ipal. Berapa jam kemudian Ipal pun berhasil kami amankan," kata Raspandi mewakili Kapolres AKBP Nur Romdhoni disela gelar perkara di aula Anton Sujarwo, Selasa (21/4).

Ketika akan ditangkap buruh harian lepas ini berusaha melarikan diri. Padahal kala itu anggota Satuan Narkoba telah mengepung kediamannya.

Bahkan pria yang mengaku baru dua kali menjual narkoba itu nekat menerobos rombongan polisi yang akan menangkapnya. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Langkah kaki Ipal baru terhenti ketika dirinya tersungkur ke aspal.

"Saat akan ditangkap, tersangka berusaha lari. Bahkan ia nekat menerobos polisi. Ia kemudian terjatuh dan berhasil kami tangkap," jelas Raspandi.

Sementara itu beragam cara dilakukan Ipal agar bisnis yang mereka geluti tak tercium aparat kepolisian. Ia sengaja meletakkan sabu pesanan di atas pagar rumahnya. Hal ini ia lakukan semata-mata untuk mengelabuhi polisi. Sebelum bertransaksi pengguna diminta terlebih dulu mengatar atau mengirim uang ke rekening Ipal.

"Nanti mereka telepon dulu pesan. Nanti saya suruh mereka sendiri yang ngambil di atas pagar. Kadang ngasih uang dulu, kadang juga transfer," kata Ipal.

Ipal mengaku, barang tersebut ia peroleh dari seorang bandar di kota Pangkalpinang. Ia biasa membeli setengah hingga satu gram. Sabu tersebut kemudian diedarkan dalam paketan kecil.

Halaman
12
Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved