Senin, 13 April 2026

Keluarga Korban Emosi Lihat Pelaku Pembunuhan Berkelit

Orangtua korban kasus pembunuhan di Desa Payabenua Mendobarat, Salahudin (44), berang. Ayah Almarhum Bar (17) itu

Editor: Hendra
Bangkapos.com/Fery Laskari
Salahudin, orangtua korban, almarhum Bar (17) sempat terpancing emosi pada salah satu tersangka saat rekonstruksi, Senin (27/4/2015).(fly) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Orangtua korban kasus pembunuhan di Desa Payabenua Mendobarat, Salahudin (44), berang. Ayah Almarhum Bar (17) itu menuding para tersangka pelaku berbelit-belit saat memperagakan adegan reka ulang.

Hal itu membuat Salahudin terpancing emosi. Bahkan dia nyaris memukul salah satu pelaku, saat rekonstruksi sedang berlangsung di Mapolres Bangka, Senin (27/4/2015).

"Kuku jempol kaki kiri anak saya (Bar) dicabut mereka (tersangka), dari kemaluannya keluar darah. Mereka juga memukul anak saya pakai kayu, dak mungkin cuma pakai tangan. Dan ketiga pelaku yang mukul, bukan cuma pelaku bernama Bas. Tapi kok direkonstruksi cuma Bas yang mukul. Dak mungkin kalau cuma Bas yang mukul anak saya (Bar) bisa sampai mati," kata Salahudin.

Begitu kesalnya Salahudin saat menyaksikan rekontruksi, membuat dia langsung mendekati salah satu pelaku, RZ (24). Beruntung gerak Salahudin berhasil dicegat Kapolsek Mendobarat, AKP Samsul BG.

"Di rekonstruksi ini, Tersangka DI dan Tersangka Rz seolah tidak muikul anak saya, karena yang mukul seolah hanya Tersangka Bas (pelaku utama). Padahal itu dak mungkin, pasti DI dan RZ ikut mukul anak saya. Dak mungkin kalo cuma Bas yang mukul sampai anak saya bisa mati," tudingnya kesal seraya matanya melotot dan tangannya terkepal, ke arah Rz.

Sumber: bangkapos.com
Tags
BUNUH
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved