Inilah Prosesi Ritual Adat "Nujuh Jerami" di Belinyu
Ritual adat Nujuh Jerami yang dilaksanakan setiap tahun di Dusun Pejem Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten
Penulis: edwardi |
Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ritual adat Nujuh Jerami yang dilaksanakan setiap tahun di Dusun Pejem Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai makna sebagai ucapan syukur usai panen padi ladang masyarakat Dusun Pejem.
Berikut ini disampaikan prosesi ritual adat Nujuh Jerami yang didapat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka. Dalam ritual adat Nujuh Jerami yang disaksikan langsung Wabup Bangka, Rustamsyah, bersama Ketua TP PKK Bangka, Hj Mina Tarmizi dan Wakil Ketua PKK Bangka, Suryani Rustamsyah serta para tamu undangan lainnya itu diawali dengan menggotong lesung dan alat-alat menumbuk padi ke depan rumah adat Dusun Pejem.
Sesampainya di depan rumah, lesung diletakkan di tanah dengan dialasi daun Terung Asam kemudian lesung disembur dengan Bonglai yang sudah diberi doa oleh ketua adat.
Selanjutnya, padi dimasukkan ke lesung dan ditumbuk 7 kali kemudian padi yang ditumbuk tersebut diambil sebanyak 7 kali dan ditampi sebanyak tujuh kali juga untuk memisahkan butir padi dengan sekam.
Setelah itu, beras disimpan di Lonjong, kemudian beras dimasak diperiuk yang ditutup dengan daun Terung Asam. Saat mulai mendidih, sekam ditaburkan di jalan depan rumah agar makhluk halus tidak ikut masuk ke rumah.
Ketika nasi sudah matang, nasi diletakkan di Timpak ditambah telur rebus dan dilanjutkan dnegan memberi makan Bereje, yaitu alat-alat bertani.
Setelah selesai, ketua adat memakan nasi tersebut dilanjutkan dengan makan bersama. “Adat budaya ini harus terus dilestarikan dan dihargai sebagai warisan budaya bangsa,’’ kata Wabup Bangka, Rustamsyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ritual-nujuh_20150505_174334.jpg)