Ini Makhluk Hidup Baru Penghuni Hutan Gunung Tambora

Hingga 200 tahun setelah letusan dahsyat pada 15 April 2015, Tambora masih menyimpan kekayaan yang belum terungkap.

Ini Makhluk Hidup Baru Penghuni Hutan Gunung Tambora
LIPI/Kompas.com
Cicak dari gunung Tambora yang diduga merupakan spesies baru. Cicak dari genus Cyrtodactylus itu punya lubang-lubang di dekat kloakanya. 

BANGKAPOS.COM - Hingga 200 tahun setelah letusan dahsyat pada 15 April 2015, Tambora masih menyimpan kekayaan yang belum terungkap. Ekspedisi NKRI yang dilakukan lewat kerja sama TNI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengungkap kekayaan itu.

Selama 15 hari sejak 16 April 2015, 16 tim peneliti hayati LIPI menjelajahi Tambora lewat jalur Kawinda To'i. Membawa banyak alat penelitian, pendakian untuk tujuan penelitian itu tak bisa dibilang mudah.

"Berbeda dengan jalur Doro Peti, di jalur Kawinda To'i, banyak sekali terdapat jembatan putus. Kami bahkan harus mendorong bus," kata Cahyo Rahmadi, koordinator Ekspedisi NKRI, dalam pemaparan hasil ekspedisi yang diadakan pada Selasa (12/5/2015) di Gedung LIPI, Jakarta.

Foto: LIPI/Kompas.com: Jenis Stylocellus dari Tambora yang diduga merupakan jenis baru.


Peneliti juga harus menyeberangi sungai. Ada satu momen di mana hujan deras terjadi dan mengakibatkan sungai meluap. Perjalanan pun harus tertunda, menunggu sungai surut serta cukup aman untuk diseberangi.

Dwi Narko Tim Ekspedisi NKRI harus mendorong bus ketika melewati jalur Kore-Kawinda To'i selama melakukan penelitian.

Perjuangan berat itu tak sia-sia. Tim peneliti menguraikan bahwa ekspedisi yang bisa dibilang singkat tersebut berhasil mengungkap kekayaan hayati Tambora yang belum dikenal ilmu pengetahuan, spesies-spesies baru.

Total, ada tujuh biota yang diyakini merupakan jenis baru, terdiri dari 6 jenis fauna dan 1 jenis flora. Enam jenis fauna itu sendiri terdiri dari 2 jenis cicak, 2 jenis kupu-kupu malam atau ngengat, serta 2 jenis arachnida atau bangsa laba-laba.

Salah satu jenis arachnida yang ditemukan berasal dari genus Sarax. "Kalau di Jawa berwarna hitam, di Tambora yang ditemukan berwarna coklat. Pada capitnya terdapat tiga duri," ungkap Cahyo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved