Kecanduan Sabu Membuat Bandul Beralih Jadi Pengedar

Sekilas M Fauzi alias Bandul (19) bak remaja pada umumnya. Namun siapa sangka dibalik wajah lugu dan tubuh mungilnya,

Kecanduan Sabu Membuat Bandul Beralih Jadi Pengedar
Bangkapos.com/Anthoni.
Wakapolres Pangkalpinang Kompol Andreas Purwanto dan pejabat polisi lainnya menunjukkan barang bukti narkoba milik Cacing, Rabu (13/5/2015). 

Laporan wartawan Bangka Pos Anthoni

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekilas M Fauzi alias Bandul (19) bak remaja pada umumnya. Namun siapa sangka dibalik wajah lugu dan tubuh mungilnya, Bandul ternyata pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Bersama sahabatnya Adi Wijaya alias Cacing (21) mereka mencoba peruntungan menjadi pengedar narkoba. Bisnis narkoba yang mereka jalani cukup terorganisasi. Cacing di percaya Bandul sebagai kurir yang ditugaskan mengantarkan pesanan narkoba kepada pelanggan Bandul.

Bandul mengaku baru lima bulan mengedarkan sabu. Kecanduan serta dosis yang makin tinggi membuat Bandul terpaksa menjadi pengedar sabu.

"Baru lima bulan ini jualan. Terpaksa jual sabu karena tidak ada duit buat beli tiap hari," cetus Bandul, Rabu (13/5/2015).

Bandul mendapatkan sabuisabu dari seorang bandar di kota Pangkalpinang berinisial D. Dalam seminggu remaja 19 tahun itu mampu menghabiskan tiga hingga lima gram sabu. Tiap gram sabu ia beli dengan harga Rp 1,6 juta. Serbuk kristal tersebut kemudian ia kemas menjadi paket-paketan kecil.

"Dapat barangnya dari temen. Seminggu sekali ngambil barang. Sekali ambil tiga sampai lima gram," pungkasnya

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved