Breaking News:

Citizen Reporter

Rektor:‭ ‬Pelabuhan Tanjung Api-api,‭ ‬Dilematis bagi Babar

Kehadiran Pelabuhan Samudera‭ ‬Tanjung Api-api di Sumsel nantinya secara geopolitik akan‭ ‬kembali mewujudkan kedidayaan Sriwijaya

Citizen Reporter:
Oleh: Kepala UPT Humas, Kerjasama dan Penerbitan UBB Eddy Jajang Jaya Atmaja

  • Penandatangan MoU UBB,‭ ‬Unand dan Bangka Barat

BALUNIJUK‭ (‬UBB‭)‬ – Kehadiran Pelabuhan Samudera‭ ‬Tanjung Api-api di Sumsel nantinya secara geopolitik akan‭ ‬kembali mewujudkan kedidayaan Sriwijaya.‭ ‬Kawasan ini memiliki magnet sendiri sehingga diperkirakan akan‭ ‬menjadi pusat pertumbuhan baru,‭ ‬menyusul‭ ‬kapal-kapal‭ ‬berbendera‭ ‬nasional dan mancanegara akan berlabuh di sini.‭

“Membangun Pelabuhan Tanjung Api-api adalah langkah-langkah cerdas yang dilakukan Pemda Sumsel,‭” ‬tegas Rektor UBB Prof Dr Bustami Rahman MSc,‭ ‬ketika berbicara sebelum penandatangan Nota Kesepahaman‭ (‬MoU‭) ‬tiga pihak:‭ ‬antara UBB,‭ ‬Universitas Andalas‭ (‬Unand‭) ‬dan Bupati Bangka Barat,‭ ‬di Gedung Babel IV Kampus Terpadu UBB,‭ ‬Balunijuk,‭ ‬Selasa‭ (‬26/05/2015‭) ‬petang.

Mou tripartit ini masing-masing ditandatangani oleh Bustami Rahman‭ (‬UBB‭)‬,‭ ‬Prof Dr Nursyirwan Effendi MA‭ (‬Dekan Fisip mewakili Rektor Unand‭) ‬dan Bupati Bangka Ustadz H Zuhri M Syazali Lc MA.‭ ‬Acara ini dihadiri‭ ‬sejumlah SKPD Bangka Barat,‭ ‬Wakil Rektor II Fauzi Amiruddin,‭ ‬Dekan Fisip UBB Ibrahim,‭ ‬Kepala UPT Kerjasama,‭ ‬Humas dan Penerbitan Eddy Jajang J Atmaja dan kalangan dosen.‭

“Akan tetapi di sisi lain,‭ ‬kehadiran Pelabuhan Tanjung Api-api itu nantinya‭ ‬merupakan dilematis bagi Bangka Barat.‭ ‬Perkembangan pembangunan jadi tak seimbang,‭ ‬apabila Bangka Barat‭ ‬tak mampu mengangkat dirinya,‭” ‬ujar Bustami.

Guru Besar Universitas Jember ini mencontohkan‭ ‘‬tarik-menarik‭’ ‬antara Surabaya dan Madura di Jawa Timur,‭ ‬di mana‭ ‘‬kekuatan‭’ ‬yang dimiliki Madura‭ ‬sudah sekian lama‭ ‘‬terisap‭’ ‬oleh Kota Surabaya.‭

Oleh karena itu,‭ ‬dalam konteks Pelabuhan Tanjung Api-api-‭ ‬Bangka Barat,‭ ‬menurut Bustami,‭ ‬harus‭ ‬menciptakan daya tarik luar biasa sehingga mampu menarik kapal-kapal ke wilayahnya.

‭“‬Di luar itu,‭ ‬dua hal yang hemat saya penting dilakukan.‭ ‬Pertama,‭ ‬langkah lebih mencerdaskan warga masyarakat di Bangka Barat.‭ ‬Dan,‭ ‬yang kedua,‭ ‬meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat,‭” ‬tukas Bustami.‭

Indikator kecerdasan masyarakat itu,‭ ‬lanjut Bustami,‭ ‬tampak dari Angka Partisipasi Kasar‭ (‬APK‭) ‬pendidikan tinggi warga di Bangka Barat.‭ ‬APK pendidikan tinggi‭ ‬penduduk‭ ‬--‭ ‬usia kisaran‭ ‬18‭ ‬hingga‭ ‬25‭ ‬tahun‭ ‬--‭ ‬di Bangka Barat masih bekisar‭ ‬13-14‭ ‬persen.

‭“‬Anak-anak dari kawasan ini,‭ ‬terutama yang puterinya,‭ ‬harus melanjutkan ke perguruan tinggi.‭ ‬Di UBB,‭ ‬ada‭ ‬13‭ ‬program studi.‭ ‬Nah,‭ ‬kalau tak ada prodi di UBB yang diinginkan ya silakan melanjutkan kuliah ke luar daerah,‭” ‬kata Bustami.

Rektor yakin Bupati Bangka Barat telah memikirkan dan melakukan‭ ‘‬gebrakan‭’ ‬untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakatnya.‭

“Itu antara lain terlihat dari upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman lada dan komoditas lain di Bangka Barat.‭ ‬Sesungguhnya lahan kita di Babel itu subur,‭ ‬asalkan tidak menanam jenis tanaman yang akarnya jauh ke dalam tanah,‭” ‬ujar Bustami.

‭ ‬Rektor menilai ketahanan pangan menjadi hal utama bagi Bangka Barat.‭ ‬Karena itu fokus ke sektor pertanian,‭ ‬perikanan dan perkebunan,‭ ‬adalah pilihan yang strategis.‭ ‬Demikian pula penanaman hortikultura dan sayur-mayur,‭ ‬sangat penting dikembangkan.‭

“Bagi saya,‭ ‬timah‭ (‬penambangan timah,red‭) ‬sudah menjadi masa lalu,‭” ‬ujar Bustami‭.

Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved