Oknum Pelajar SMA Curi Motor Untuk Biaya Sekolah

Raut wajah ramaja usia bawah umur, BP (17), tampak muram. Tatapan matanya sayu, seperti tak bersemangat. Mengenakan baju tahanan

Bangkapos.com/Fery Laskari
Kawanan pelaku curanmor mengenakan baju tahanan di Mapolres Bangka, Senin (8/6/2015) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Raut wajah ramaja usia bawah umur, BP (17), tampak muram. Tatapan matanya sayu, seperti tak bersemangat. Mengenakan baju tahanan nomor 09, dia menceritakan segalanya.

Aksi pencurian yang dia lakukan selama ini, semata untuk membayar kebutuhan sekolah dan hidupnya.

"Saya masih sekolah kelas dua SMA di Sungailiat. Saya maling motor untuk kebutuhan sendiri," kata BP, saat diwawncarai Bangka Pos Group saat gelar kasus di Mapolres Bangka, Senin (8/6).

BP mengaku, butuh uang agar dia bisa bertahan hidup dan meneruskan pendidikan. Keuangaannya sangat minum, sejak ayah dan ibunya bercerai.

"Orangtua saya sopir truk. Saya hanya dua beradik yang sekandung. Ayah dan ibu saya sudah cerai. Ibu saya tinggal di Simpangkatis (Bangka Tengah). Ayah saya tinggal di Kampung Batu (Sungaiiat)," katanya.

BP mengaku, orangtuanya masih memberi nafkah untuknya. Namun yang dia terima dari orangtua, tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. "Orangtua ada kasih uang. Tapi saya harus berusaha cari duit sendiri untuk bayar sekolah dan kebutuhan hidup," kata anak bawah umur ini.

Di Sungailiat kata BP, dia numpang pada orangtua angkat di Jl Imam Bonjol Sungailiat. BP punya tugas lain, yaitu menjaga rumah gurunya di kawasan Bukitbetung Sungailiat.

Kebutuhan hidup yang mendesak kata BP, membuat dia nekad mencuri.

"Motor itu (Yamaha F1Z), saya ambil di depan rumah korban (Jl Riau Desa karyamkmur Pemali). Saya diantar GO alias GS, menggunakan motor lain ke tempat sasaran. GO bawa motor tadi, saya bawa motor korban," katanya mengenai pencurian malam hari yang dia lakukan di Desa Karyamakmur beberapa waktu lalu.

BP mengaku sempat gugup saat beraksi. Namun rasa gugup itu dia patahkan demi mendapatkan barang yang diincar.

"Saya sempat kededep (gugup) saat mengintai kelengahan korban," kata BP, pasrah menjani proses penahanan di Mapolres Bangka.

Aksi BP ternyata bukan di satu tempat. BP juga adalah tersangka pencurian motor di kawasan Vihara Triagung Pantai Tikus Sungailiat, dalam waktu berbeda. Sepak terjang BP diutarakan rekannya sesama tersangka AD alias AF (20).

"Dia BP, maling lagi Jupiter Mx, saya yang bonceng antarkan dia pake motor sigma, waktu maling di Panntai Tikus," kata AF pada kesempatan yang sama, Senin (8/6).

Lain halnya SK alias MS (17), rekan satu sindikat dengan BP. Menurut MS, motor hasil curian BP, dia yang beli.

"Saya yang beli, saya beli sama BP melalui perantara GO (GS). Saya beli ke BP Rp 800 ribu. Sedangkan GO saya kasih upah Rp 200 ribu," katanya.

Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Agus Arif mewakili Kapolres AKBP Sekar Maulana, Senin (8/6) mengatakan hal senada.

"Berawak dari Giat razia yang dilaksanakan Polres Bangka melibakan semua fungsi, Jumat (6/6/2015) di Simpang Pelabuhan Sunghailiat," katanya.

Saat itu kata Kasat, ada sebuah motor yang dicurigai terjaring razia Operasi Patuh 2015. Pengendara motor yang dimaksud saat diminta menunjukan kelengkapan surat, hanya bisa menunjukan STNK fotokopi.

"Rupanya, motor tersebut merk Yamaha Jupiter MX dari hasil kejahatan pencurian dilaukan oleh pengendara BP, Jumat 10 April 2015 sekitar pukul 14.00 WIB di Vihara Tri Agung Sungailiat," katanya.

Sejak itulah pengembangan dilakukan oleh Buser Polres Bangka bersama Tim Polsek Pemali. Hasilnya, empat orang, rata-rata anak usia dibawah umur ditangkap.

"Yang diamankan empat orang, yaitu BP (17), AF (20), GS (16) dan MS (17) selaku penadah. Mereka semuanya warga Sungailiat," katanya.

Kasat menyebutkan, tiga pelaku, masing-masing BP (17), AF (20), GS (16) dijerat Pasal 363 ke 4 KUHP, ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan penadah, MS (17) dijerat Pasal 480 KUH, ancaman 4 tahun penjara. "Meraka kita amankan di Polres Bangka," katanya.

Penulis: ferylaskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved