Breaking News:

Narkoba Musuh Bersama Di UBB

Universitas Bangka Belitung (UBB) bertekad menjadi universitas yang bebas dari narkoba. Upaya ke arah itu gen

Narkoba Musuh Bersama Di UBB
Dok Humas Pemkab Bangka
Ilustrasi: Tarmizi menyampaikan paparannya dalam seminar penyuluhan pertanian, Rabu (20/5/2015) lalu di Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung (UBB).

Citizen Reporter: Eddy Jajang Jaya Atmaja, Kepala UPT Humas, Kerjasama dan Penerbitan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Universitas Bangka Belitung (UBB) bertekad menjadi universitas yang bebas dari narkoba. Upaya ke arah itu gencar dilakukan, selain kerap menyelenggarakan sosialisasi bahaya narkoba kepada civitas akademika, UBB pun memberlakukan sanksi tegas dan keras berupa pemecatan apabila mahasiswa terbukti menjadi pengguna narkoba.

Dalam kerangka mencegah narkoba, UBB pun sebenarnya akan melaksanakan tes urine bagi mahasiswa barunya. Namun karena biayanya cukup besar, yaitu Rp 120.00 per orang, rencana itu urung dilaksanakan.

Selain itu, UBB yang menerapkan UKT (Uang Kuliah Tunggal) tidak diperkenankan memungut biaya apapun dari mahasiswanya.

“Indonesia sudah berada dalam kondisi darurat narkoba. Karena itu kita tidak sekadar peduli, tapi harus tegas terhadap tindak penyalahgunaan narkoba. Dalam kasus ini UBB punya aturan tegas berupa sanksi pemecatan bagi mahasiswa yang terbukti sebagai penguna narkoba!,” tegas Ismed Inonu, Pembantu Rektor 1 UBB, Rabu (10/06/2015) pagi.
Ismed mengemukakan hal ini ketika membuka resmi

“Sosialisasi dan Informasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Pengunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) tentang Pola Hidup Sehat bagi Mahasiswa dan Lingkungan UBB, di Gedung Babel IV Kampus Terpadu UBB, Merawang.

Acara yang diselenggarakanBadan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Babel ini, diikuti 41 mahasiswa UBB. Tampil sebagai pembicara Ketua BNN Babel, diwakili Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat AKBP Harun Sani SH, Wadir Narkoba Polda Babel AKBP Drs Adi Afandi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Syahrizal.

Dari UBB hadir Kepala UPT Humas, Kerjasama dan Penerbitan Eddy Jajang Jaya Atmaja.
Menurut Ismed narkoba sudah menjadi ‘musuh bersama’. Sebab sudah masuk ke semua lini, dan efeknya merusak keberlangsungan bangsa.

“Narkoba sudah merambah kesemua sisi kehidupan. Bahkan kita tahu bahwa belum lama ini seorang pembantu rektor III di sebuah universitas negeri tertangkap tangan ketika mengkonsumsi narkoba di sebuah hotel,” ulas Ismed.

Ketua BNN Babel melalui Harun Sani menjelaskan Indonesia saat ini sudah berada dalam kondisi darurat narkoba. Itu ditandai dengan temuan bahwa hampir di seluruh kegiatan atau profesi di masyarakat telah dimasuki ‘barang haram’ ini. Tak cuma itu, bahkan aparat penegak hukum pun telah tersiar menjadi pengguna narkoba.

“Tak kurang pula oknum polisi pun menjadi pengguna narkoba. Untuk mereka ini, Kapolri telah menelurkan perintah hukuman pecat. Terbukti memang banyak yang sudah dipecat,” ujar Harun.

Kondisi darurat narkoba itu menurut Harun harus dihentikan. Caranya melalui upaya pencegahan dan pemberantasan yang tak kenal henti. Langkah itu pun harus melibatkan semua komponen masyarakat.

“Harus revolusioner, berjibaku. Seluruh komponen masyarakat harus terlibat. Harus ada kepedulian; menegur dan saling memberi nasihat agar tidak tergoda narkoba,” tukas Harun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved