Breaking News:

Opini: Hentikan Kekerasan Seksual pada Anak

Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah (titipan) yang Allah berikan kepada setiap orang tua.

Shutterstock
Ilustrasi 

Opini: Meiristia Qomariah, SKM, M. Epid, Humas PW Salimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerhati Kesehatan

Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah (titipan) yang Allah berikan kepada setiap orangtua. Oleh karena itu orang tua hendaknya memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anak-anaknya, agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, baik jasmani maupun rohani, dan barakhlaqul karimah.

Orangtua sadar tidak sadar sering tidak memuliakan anaknya. Pernahkah kita sebagai orangtua bertanya pada diri sendiri sudahkah kita memenuhi hak anak? Sudahkah kita berusaha mendengarkan perasaan mereka? Sudah cukupkah kita memberi bekal kepercayaan diri dan pendidikan yang benar kepada anak?

Apa yang sedang terjadi di Indonesia beberapa minggu terakhir sungguh menghentak kita. Anak-anak yang seharusnya gembira dan bahagia harus bersedih karena mereka mengalami pelecehan seksual dari orang-orang yang ada di sekitarnya seperti yang dialami Angelina (8) yang sebelumnya diberitakan hilang dari rumahnya di Bali ternyata meninggal karena dibunuh serta sebelumnya juga mengalami kekerasan seksual.

Ancaman ini harus menjadi perhatian kita sebagai orangtua untuk perlu semakin mempersiapkan diri bukan hanya agar anak kita terhindar dari pelecehan seksual, tetapi juga menerima atau mengetahui dengan cepat jika suatu saat anak kita atau anak dari keluarga yang kita kenal mengalami pelecehan seksual.

Kenali kekerasan seksual pada anak

Kekerasan seksual terhadap anak adalah kontak atau interaksi anak dan orang dewasa, dimana anak digunakan untuk mendapat kepuasan seksual oleh orang dewasa atau orang lain. Biasanya, penganiayaan seksual dilakukan oleh orang yang lebih tua dari korbannya, atau yang memiliki posisi lebih tinggi dari anak tersebut, jenis kelamin berbeda bisa juga sama, aktivitas seksual tidak sesuai dengan umur anak, terdapat unsur paksaan, tekanan, ancaman atau harus merahasiakan dan sering disertai penganiayaan fisik.

Seperti diungkapkan Jeanne Wess, yang dikutip oleh Patricia di dalam bukunya ada beberapa tanda dan indikasi seorang anak telah dilecehkan secara seksual, pada balita tanda-tanda fisik yang bisa dikenali antaralain: memar pada alat kelamin atau mulut, iritasi kencing, penyakit kelamin, dan sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas (terindikasi anak pernah melakukan seks oral)

Tanda pada perilaku emosional dan sosial: takut kepada siapa saja atau pada tempat tertentu atau orang tertentu, perubahan kelakuan yang tiba-tiba, gangguan tidur (susah tidur, mimpi buruk, dan ngompol), menarik diri atau depresi, serta perkembangan terhambat.

Sementara pada usia pra sekolah, tanda-tanda fisik: perilaku regresif, seperti mengisap jempol, hiperaktif, keluhan somatik seperti sakit kepala yang terus-menerus, sakit perut, sembelit.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved