Ibu Muda Asal Sydney Dilarang Menyusui Bayinya Karena Punya Tato

Seorang ibu di Sydney dilarang menyusui bayinya karena ia memiliki tato dan dikhawatirkan menimbulkan risiko

Ibu Muda Asal Sydney Dilarang Menyusui Bayinya Karena Punya Tato
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, SYDNEY,  - Seorang ibu di Sydney dilarang menyusui bayinya karena ia memiliki tato dan dikhawatirkan menimbulkan risiko bagi bayinya yang berusia 11 bulan. Padahal hal tes menunjukkan ibu tersebut bebas dari hepatitis maupun HIV.

Larangan tersebut diputuskan dalam sidang pengadilan yang dipimpin hakim Matthew Myers. Permohonan diajukan oleh ayah bayi laki-laki itu, yang sedang bersengketa dengan ibu sang bayi mengenai hak asuh.

Hakim Myers mengatakan, bayi itu tetap menghadapi risiko sebab hasil tes sang ibu belum dinyatakan selesai. Keputusan ini mengejutkan Dr Karleen Gribble dari University of Western Sydney yang giat mengampanyekan pentingnya ibu menyusui.

"Saya kira banyak ibu di Australia yang akan kaget sebab banyak ibu menyusui yang memiliki tato, biasanya justru nama anak-anaknya," katanya.

Dalam pertimbangan keputusannya, Hakim Myers merujuk kepada bahan publikasi dari Asosiasi Ibu Menyusui Australia (ABA). Pemimpin lembaga tersebut, Rebecca Naylor menyatakan prihatin dengan keputusan ini sebab bisa menjadi preseden.

"Industri tato merupakan industri yang diregulasi, sehingga tempat-tempat tato yang baik kemungkinan kecil menyebarkan infeksi," katanya.

Naylor juga mempertanyakan keputusan ini dengan menyebutkan bahwa implikasinya bisa juga berlaku untuk semua ibu menyusui yang memiliki perilaku berisiko lainnya.

Dr Gribble mengatakan ia belum pernah mendengar kasus serupa sebelumnya. "Saya memang pernah mendengar satu kasus seorang yang tertular HIV dari tato yang ia buat di Bali, bukan seseorang yang membuat tato di Australia," katanya.

Pihak-pihak terkait dalam kasus ini sepakat untuk menggelar pengadilan banding di Sydney, pada Jumat (18/6/2015).

Tags
Menyusui
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved