Rumah Cinta Bantu Atifah Rp 1 Juta

Haryanti (33) dan putrinya, Rashika Atifa (6) menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan pembaca Bangka Pos

Rumah Cinta Bantu Atifah Rp 1 Juta
ISTIMEWA
Rashika Atifa (6)

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Haryanti (33) dan putrinya, Rashika Atifa (6) menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan pembaca Bangka Pos melalui Rumah Cinta sebesar Rp 1 juta.

Uang itu akan digunakan untuk membantu biaya membeli obat Atifa dan kebutuhan sehari-hari. Bagi Haryanti yang berperan sebagai orangtua tunggal, bantuan itu dapat mengurangi beban hidupnya.

"Terima kasih bantuannya, kami seharusnya kontrol lagi ke RSCM bulan (Juni) ini. Tapi belum tahu, sepertinya sehabis puasa tahun ini, baru berangkat lagi," kata Haryanti kepada bangkapos.com, Kamis (18/6/2015).

Tubuh Atifa lemah lantaran tulang persendian lengan, kaki dan pinggul mengalami peradangan. Otot dan syaraf tergantu sehingga dia sulit berjalan.

Siswi kelas satu SDN 54 Pangkalpinang ini harus rutin berobat. Sejak Maret lalu, dia berhenti sekolah karena menjalani perawatan di RSCM Jakarta.

Saat berusia empat tahun, bocah yang dipanggil Atifa itu menderita sakit malaria dan tipus. Belum sembuh benar sakitnya, Atifa terjatuh dari motor saat dibonceng ibunya. Meski tidak terluka parah, ternyata itu penyebab kondisinya terus memburuk dan sempat lumpuh selama enam bulan.

Tulang pinggul ke arah paha kiri terlihat ada benjolan. Sejak Maret 2015 lalu, bocah yang tinggal di Semabunglama RT 003 RW 001 Pangkalpinang itu susah berjalan.

Untuk tidur saja, terpaksa kedua kakinya agak menekuk sedikit. Selain itu, tulang persendian di pergelangan kaki, tangan dan pinggul terasa sakit.

Haryanti mengatakan, karena keadaan tubuh putrinya menurun, pada Maret 2015, dia membawa Atifa berobat ke RSCM Jakarta selama sebulan.

Berbekal kartu BPJS Kesehatan, Haryanti berharap putrinya dapat disembuhkan di RSCM. Dokter mendiagnosa Atifah mengalami penyakit radang tulang dan gizi kurang.

"Artritis rematoroit juenik atau radang tulang nama penyakitnya. Saran dari dokter harus operasi tetapi di RSCM Jakarta belum berani karena kondisi kurang baik," kata Haryanti.

Saat ini Haryanti sebagai orangtua tunggal, berjuang mengobati anaknya. Sehari-hari dia berjualan es di BTC Pangkalpinang dan pernah pula berdagang pakaian keliling.

Penulis: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved