Breaking News:

Hormati Ramadhan, Pakistan Tunda Pelaksanaan Hukuman Mati

Pemerintah Pakistan, Jumat (19/6), memutuskan untuk menunda eksekusi mati selama bulan Ramadhan. Perdana Menteri

ISLAMABAD - Pemerintah Pakistan, Jumat (19/6), memutuskan untuk menunda eksekusi mati selama bulan Ramadhan. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif memerintahkan jajarannya untuk menghormati "kesucian bulan Ramadhan" dengan memberlakukan penundaan hukuman mati.

Perintah itu langsung ditujukan kepada kementerian dalam negeri dan semua pemerintah daerah. Menurut Sharif, penundaan akan diterapkan selama sebulan penuh.

Pakistan diyakini memiliki terpidana mati paling banyak di dunia. Sebanyak 8.200 terpidana mati kini menunggu eksekusi, sebagian besar di antara mereka telah dipenjara selama lebih dari 10 tahun.

Adapun jumlah terpidana yang telah dieksekusi mencapai 170 orang sejak Desember 2014. Pada pekan ini saja, sedikitnya 15 orang telah menjalani eksekusi mati, sebagian besar merupakan terpidana kasus pembunuhan.

Sebelum Desember, pelaksanaan hukuman mati di Pakistan sempat dihentikan lewat moratorium selama tujuh tahun. Hukuman itu baru dilaksanakan lagi setelah serangan milisi Taliban terhadap sebuah sekolah.

Dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Peshawar yang dikelola militer itu, sebanyak 152 orang tewas dan 133 korban adalah anak-anak. (Kompas.com)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved