Breaking News:

Ajaib, Bayi Membatu Selama 50 Tahun di Perut Nenek Ini

Seorang nenek berusia 90 tahun terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit di Kota San Antonio, Chili. Saat diperiksa mengguna

You Tube/Tribunews.com
Litopedion tertua sejauh ini adalah seorang wanita berusia 94 tahun yang mengandung bayi batu selama 60 tahun. 

BANGKAPOS.COM, SAN ANTONIO - Seorang nenek berusia 90 tahun terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit di Kota San Antonio, Cile. Saat diperiksa menggunakan sinar-X, para dokter terkejut melihat ada janin membatu di dalam perutnya. Janin itu beratnya sekitar 2 kilogram.

Fenomena ini dikenal dengan lithopedion, terjadi ketika janin meninggal selama kehamilan dan membatu di luar uterus.
Menurut dokter, janin sudah ada di perut wanita sejak 50 tahun lalu dan kini kondisinya sudah membatu.
Marco Vargas Lazo, direktur rumah sakit menyebutkan kasus itu "sangat-sangat langka." Demikian dilaporkan kantor berita Efe, dilansir BBC, Sabtu (20/6/2015).

Dari tes sinar-X tampak janin itu berukuran 'besar, sudah berkembang dan mengisi semua rongga dalam perut,' katanya.
Meskipun masalah yang diderita nenek itu sudah diketahui, ia malah dipulangkan.

Para dokter mengatakan tak mungkin untuk mengangkat janin yang membatu tersebut. Sebab, operasi yang harus dilakukan sangat beresiko bagi pasien seumurnya.

Lithopedion atau Litopedion yang dikenal juga sebagai bayi batu, adalah ketika janin meninggal dunia disaat sang ibu mengalami kehamilan abdominal.

Posisi bayi di dalam rongga perut menyebabkannya susah keluar. Sedangkan ukuran bayi terlalu besar untuk diserap kembali oleh tubuh.

Akibatnya bayi yang mati itu mengalami kalsifikasi atau pembatuan oleh kalsium untuk mencegah terjadinya infeksi pada organ ibu.

Biasanya bayi batu baru ditemukan sekian puluh tahun kemudian, setelah pasien memeriksakan diri karena alasan lain, atau menjalani pemeriksaan yang melibatkan sinar-X.

Litopedion tertua sejauh ini adalah seorang wanita berusia 94 tahun yang mengandung bayi batu selama 60 tahun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved