Breaking News:

Opini: Akrab dengan Allah

Ramadan tiba, tungku pembakaran dosa pun, katanya, disiapkan Allah SWT bagi seluruh hambaNya. Siapa saja hamba

Opini: Akrab dengan Allah
Kompas/Agus Mulyadi
Ilustrasi: Jemaah haji tengah melakukan tawaf, mengelilingi Kabah di area Masjidil Haram, Mekkah, pada musim haji tahun 2012.

OpIni: Masmuni Mahatma, Ketua Kaderisasi PW GP Ansor dan Dosen STAIN SAS Babel

Ramadan tiba, tungku pembakaran dosa pun, katanya, disiapkan Allah SWT bagi seluruh hambaNya. Siapa saja hamba Allah yang memohon ampunan kepadaNya dengan membaca istighfar dan kalimat thayyibah di bulan Ramadan, maka seluruh dosanya diampuni kecuali dosa menyekutukan Allah (al-Syirq bi Allah).

Inilah pemahaman sekaligus sikap religius di kalangan umat beragama (Islam), baik yang beraliran keras, setengah keras, moderat, setengah moderat, menganut mazhab tarekat, sufi, semi-sufi hingga aliran yang memang betul-betul tidak terjebak pada kategori-kategori dimaksud.

Tak berlebihan bilamana umat yang bulan-bulan sebelumnya jarang salat dan ngaji, di awal Ramadan giat ikut melaksanakan salat tarawih serta tadarusan (mengaji Alquran bersama-sama). Bahkan ada diantara sebagian umat itu dengan pertimbangan religius menghentikan beberapa aktifitas sosial dan bisnisnya hanya demi mencari dan menemukan ampunan Allah SWT melalui keistimewaan Ramadan.

Inilah perilaku religius yang masih melekat dalam tradisi kehidupan umat Islam, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain dimana penduduknya menganut ajaran agama Nabi Muhammad Saw.

Namun di balik itu, Ramadan juga merupakan ruang agar kita lebih akrab dengan Alah SWT. Hal ini bukan berarti bahwa pada bulan-bulan sebelum Ramadan kita terkategorikan tidak mengenal dan kurang akrab dengan Allah SWT.

Akan tetapi, momentum Ramadan adalah ruang ideal dan luhur bagi setiap hamba untuk benar-benar mengukur diri, mengistirahatkan keangkuhan di hadapan Allah, menjernihkan nalar kehambaan, meluruskan niat dan pola kehidupan sebagai makhlukNya di muka bumi.

Hingga mendamaikan diri sendiri dengan segala hal yang selama ini menjarakkan loyalitas religius dengan Allah SWT sebagai Pencipta Yang Maha Agung.

Amal salih
 

Salah satu cara menjalin keakraban dengan Allah ialah memperbanyak amal salih di bulan Ramadan. Kalau di dalam Alquran Allah SWT menegaskan bahwa satu amal salih pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali lipat, di bulan Ramadan lebih dilipatgandakan lagi.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved