Ada Wajah Raksasa di Tebing Batu Pulau Reek
Sebuah temuan misterius, berupa wajah 'raksasa'
Tayang:
Editor:
edwardi
Daily Mail
Inilah wajah yang terpahat di dinding batu terjal Pulau Reeks, wilayah Taman Nasional Kanada. Buatan alam ataukah bikinan manusia?
BANGKAPOS.COM - Sebuah temuan misterius, berupa wajah 'raksasa' di sebuah tebing sungai di pulau di Taman Cagar Alam Nasional Pasifik baru-baru ini.
Bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil pencarian selama dua tahun, demikian keterangan resmi Kantor Taman Nasional Pemerintah Kanada.
Pria yang mencari 'wajah raksasa' itu adalah Hank Gus dari aktivis Tseshaht First Nation, sebuah kelompok suku Aborigin di daerah itu.
Sebelumnya mereka mendengar isu tentang "wajah di batu" di Reeks Island, bagian dari Kepulauan Broken, dua tahun lalu.
Cerita itu didapat dari seorang turis kayak yang menyatakan pernah melihat wajah di bebatuan pada tahun 2008, kata Manager Program Parks Canada First Nation, Matthew Payne.
"Gus dan beberapa relawan penjaga pantai Tseshaht baru menemukan pahatan wajah itu beberapa minggu lalu, dan mereka sangat bersemangat untuk berbagi dengan kami tentang temuan arkeolog yang bekerja sama dengan kami," kata Payne, 43, kepada ABC News hari ini.
"Kami pergi ke lokasi untuk menyaksikan langsung temuannya itu, dan memang luar biasa. Ini benar-benar wajah yang sedang menatap kembali arah kita. "
Gambar wajah diperkirakan setinggi 13 meter, rupanya mirip wajah pada ukiran kayu di pintu kantor administrasi Tseshaht, kata Payne.
"Posisinya sekitar 40 kaki dan dari atas tebing, sekitar 20 atau 25 kaki di bawah. Ini tinggi dan ada banyak tebing batu di sisi dan itu sangat sulit untuk dijangkau."
Wajah mungkin menyerupai makhluk spiritual bernama Ugi, dalam budaya asli Tseshaht 'angin berhembus' sebagai jejak sejarah nenek moyang bangsa ini.
"Suku Tseshaht telah tinggal di daerah itu selama ribuan tahun, jadi kami bekerja sama dengan Tseshaht First Nation untuk mengetahui apakah ada sejarah lisan wajah bisa dikaitkan dengan temuan itu," tambah Payne.
Sekarang, Tseshaht First Nation dan Taman Nasional Kanada berusaha untuk mencari tahu apakah wajah itu buatan manusia atau apakah itu sebuah keajaiban alam, katanya.
"Alam memang mampu menciptakan segala macam hal yang menakjubkan, termasuk bentuk wajah sangat mencolok," kata Payne. "Tapi kita masih tidak bisa mebuktikan secara defintif apakah wajah itu buatan manusia atau bukan."
Tseshaht dan Taman Kanada ingin melihat lebih dekat di wajah, namun tebing yang curam menjadi kendala utama mencapai ke lokasi yang berbahaya itu, kata Payne.
"Pulau ini memiliki pantai berbatu dengan banyak batu yang tersembunyi, dan itu bisa berbahaya tergantung pada kondisi laut," jelasnya. "Anda perlu tahu apa yang Anda lakukan untuk pergi dan melihat itu."
Lembaga Tseshaht First Nation belum merespon permintaan ABC News untuk informasi tambahan tentang kisah penemuan pahatan wajah di tebing yang curam itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wajah-raksasa-di-tebing-batu-pulau-reek_20150628_151216.jpg)