Lihat Nafsu Istri Belanja, Para Suami Sampai Terbelalak
Sebanyak 38 toko pakaian dan tujuh toko sepatu sandal berjejalan sepanjang Jalan Sijuk mulai dari Simpang Air Merbau
Laporan Wartawan Pos Belitung, Wahyu
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sebanyak 38 toko pakaian dan tujuh toko sepatu sandal berjejalan sepanjang Jalan Sijuk mulai dari Simpang Air Merbau sampai Kampong Ujong, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Jumlah ini menjadikannya sebagai ruas jalan dengan jumlah toko pakaian terbanyak di ibukota Tanjungpandan.
Pantauan Pos Belitung, Selasa (30/6/2015) sore, peringkat kedua terbanyak ditempati Jalan Sriwijaya dengan 27 toko pakaian dan enam toko sandal sepatu.
Bila dijumlahkan, ruas jalan dari Air Merbau Sampai Tugu Satam terdapat 65 toko pakaian dan 13 toko sandal sepatu.
Belum lagi ruas jalan lainnya. Jalan kelas kabupaten seperti Jalan Kapten Saridin kawasan SMPN 2 Tanjungpandan saja sudah punya 13 toko pakaian dan satu toko sandal sepatu.
Jumlah itu menyamai kondisi di Jalan Sudirman dari pusat kota sampai Simpang Aik Rayak yang memiliki 12 toko pakaian dan dua toko sepatu sandal.
Berbelanja praktis kini tak melulu di Pasar Tanjungpandan. Ibu-ibu di perkotaan pun punya daftar sendiri mengenai titik-titik toko pakaian yang menjadi perhatian. Perhatian mereka pada toko tersebut semakin tinggi jelang lebaran.
“Para suami akan ternga-nganga melihat nafsu belanja ibu-ibu zaman sekarang,” kata Erny seorang ibu muda kepada Pos Belitung.
Perdagangan pakaian memang bukan barang baru di Tanjungpandan. Namun awalnya perdagangan itu terpusat di lokasi yang sekarang berdiri Tugu Satam.
Pedagang pakaian dan perlengkapan olahraga Fazaldin mengatakan dirinya adalah generasi ketiga yang menekuni usaha tersebut.
Usaha pertama keluarga mereka dimulai dari kakek, seorang asal Pakistan yang berdagang kain dan pakaian di pusat Kota Tanjungpandan.
“Dulu sebelum Indonesia merdeka, kakek ambil pakaian di Pekalogan kemudian dijual di Tanjungpandan, jadi sebelum dikenal dengan nama Toko Pakistan, makanya toko kakek itu dulu sering disebut orang dengan nama Toko Pekalongan,” kata Fazaldin.