Citizen Reporter
"Bak Ku Lah Ninggel, Mak Ku Gawe e Ngaret"
Muhammad (9) sangat bahagia. Raut wajahnya terlihat
Penulis: edwardi | Editor: edwardi
Dok Humas Pemkab Bangka
40 anak yatim piatu yang mendapatkan santunan safari Ramadhan berupa pakaian muslim dan uang dari Pemerintah Kabupaten Bangka di Masjid Rahmatuddin Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat, Rabu (1/7/2015).
Oleh: Lutfi Adam, Staf Humas Setda Bangka
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Muhammad (9) sangat bahagia. Raut wajahnya terlihat ceria dan sedikit malu.
Muhammad seorang anak yatim ini merupakan satu dari 40 anak yatim piatu yang mendapatkan santunan safari Ramadhan berupa pakaian muslim dan uang dari Pemerintah Kabupaten Bangka di Masjid Rahmatuddin Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat, Rabu (1/7/2015).
Selain itu diberikan bantuan untuk kaum dhuafa dan masjid berupa mesin genset dan sajadah gulung.
"Makasih pak bupatiku yang telah berik kek ku pakaian muslim dan juga uang untukku," kata Muhammad yang masih duduk di kelas empat sekolah dasar negeri di Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat.
"Bak ku lah ninggel om, mak ku sendiri, gawe e ngaret tiap hari," ujar Muhammad dengan mata berbinar.
Menurut Muhammad, uang yang diterimanya untuk membeli baju baru lebaran.
"Buat nambah baju baruku om, alhamdullilah, pak bupati beri kek ku duit ni," ujar Muhammd dengan logat kampungnya yang khas.
Safari Ramadhan di Desa Kemuja, selain dihadiri Bupati Bangka H. Tarmizi Saat yang menjadi imam tarawih, juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Arman Agus, staf ahli bupati, para kepala SKPD, tpkoh agama, pemuda dan masyarakat Desa Kemuja.
Tarmizi mengharapkan masyarakat selalu mendukung program pemerintah yang berbasis kerakyatan, mewujudkan ekonomi kreatif serta selalu menjaga kondisi yang kondusif.
"Wujudkan ekonomi kreatif, semangat bekerja dan kita akan dorong, salah satunya dengan membangun pabrik tapioka dan juga infrastruktur lainnya," kata bupati.
Selain itu juga, bupati mengharapkan masyarakat untuk menanam ubi dalam menghadapi pasca penambangan dan juga mewujudkan pertanian yang tangguh.
"Tanam ubi sekarang, baik di pekarangan rumah, maupun di kebun, karena pabrik tapioka itu nantinya, akan banyak memerlukan ubi," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tarmizi-di-kemuja_20150702_095328.jpg)