Mogok Buruh PT BBL
Zamhari Sayangkan Gagalnya Mediasi THR di PT BBL
Dia sangat setuju dengan ide bupati Bateng agar perusahaan membayar full THR bagi PKWT dan membayar BHL sesuai perhitungan sementara.
Penulis: Iwan Satriawan |
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Anggota DPRD Bangka Tengah daerah pemilihan Sungaiselan, Zamhari menyayangkan gagalnya proses mediasi yang melibatkan bupati Bangka Tengah terkait masalah tuntutan THR pekerja PT BBL, Selasa (14/7/2015).
Zamhari yang ikut serta dalam proses mediasi tersebut menegaskan seharusnya tidak ada lagi perdebatan tentang pembayaran THR.
"Secara pribadi saya menyayangkan deadlocknya pertemuan antara perusahan dan karyawan berkenaan dengan THR, seharusnya menjelang H-2 tidak ada lagi perdebatan-perdaebatan tentang penafsiran aturan tinggalah win-win solution demi menghadapi lebaran," ungkap Zamhari.
Dia sangat setuju dengan ide bupati Bateng agar perusahaan membayar full THR bagi PKWT dan membayar BHL sesuai perhitungan sementara.
"Saya sangat setuju bahwa kalau ada kekurangan habis lebaran dibawa ke PHI perusahaan juga sudah setuju, masalahnya ide ini belum disetuju oleh perwakilan karyawan karena mereka tetep berpendapat THR itu hak normatif dan itu juga benar,"
"Namun saya berfikir karena lebaran masih dua hari lagi jadi diambil dulu, dan habis lebaran perusahaan akan membenahi seluruh manajemen tidak hanya masalah jam kerja, tapi BPJS , JHT dan lainnya," papar Zamhari.
Pada kesempatan tersebut Zamhari menyayangkan perusahaan sekelas PT BBL tidak jelas manajemen karyawannya.
"Seharusnya masalah absensi karyawan harus dibuat aturan sedemikian rupa misalkan ada sangsi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pertemuan-buruh-pt-bbl-dengan-bupati_20150714_200719.jpg)