Kamis, 9 April 2026

Saat Musim Kemarau, Yuli Harus Mandi di Kolong

Saat musim kemarau air sumur kering sehingga untuk mandi dan mencuci ia harus pergi ke kolong sekitar 1 kilometer dari rumahnya.

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bagi Yuli warga Lubuk Kelik Sungailiat saat-saat musim kemarau memberinya tambahan kerjaan baru.

Bagaimana tidak, saat musim kemarau air sumur kering sehingga untuk mandi dan mencuci ia harus pergi ke kolong sekitar 1 kilometer dari rumahnya.

Bersama putrinya, setiap sore ia mandi di kolong dan membawa baju kotor. Pada tahun 2014 lalu hampir setengah tahun atau sekitar enam bulan ia harus mandi dan mencuci di kolong.

"Biase e sore kami mandi di kolong karena banyak orang. Kalau pagi jarang orang mandi di kolong lagian takut kalau dak ramai yang mandi di kolong," ungkap Yuli kepada bangkapos.com, Minggu

Untuk sekarang ini menurutnya air sumur di rumahnya masih ada sehingga tidak perlu mandi di kolong.

Namun jika nanti sudah memasuki musim kemarau aktivitas mandi di kolong kembali dilakoninya.

Lain Yuli lain lagi Wati warga Sudirman Sungailiat. Saat musim kemarau mereka terpaksa menggunakan air PDAM karena sumur mereka kering.

"Jadi air PDAM untuk antisipasi saat musim kemarau saja. Kalau sekarang masih pakai air sumur karena airnya masih ada," ungkap Wati.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved