Breaking News:

Suara Anda Hilang dan Serak Tiba-tiba, Ini Penyebabnya

Laringitis, penyebab paling umum suara serak atau kehilangan suara, terjadi ketika kotak suara teriritasi atau adanya peradangan.

kompas.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Anda tak mengalami batuk selama sebulan ini, tapi suara menghilang dan tak kunjung membaik. Apa yang sebenarnya terjadi?

Laringitis, penyebab paling umum suara serak atau kehilangan suara, terjadi ketika kotak suara teriritasi atau adanya peradangan. Sehingga, menyebabkan pembengkakan yang membuat pita suara terganggu untuk membuka dan menutup dengan lancar. Pergerakan pita suara inilah yang menciptakan suara. Infeksi virus, seperti batuk dan flu adalah penyebab umum, tpi bukan satu-satunya penyebab.

Regangan suara juga bisa menjadi penyebab laringitis, misalnya saja ketika Anda tak berhenti berteriak pada sebuah konser musik atau pertandingan olahraga bisa menyebabkan suara menghilang. Regangan suara ini akan menghilang atau sembuh sendiri dengan istirahat cukup dan mengonsumsi banyak cairan. Dengan catatan, Anda harus benar-benar mengistirahatkan suara Anda, terutama jika suara Anda hilang sepenuhnya. Bukan hanya dapat membantu penyembuhan lebih cepat, tapi memaksakan diri untuk bersuara dapat merusak pita suara dan menyebabkan pembentukan polip atau nodul yang mungkin memerlukan operasi.

Jika suara serak berlanjut hingga beberapa minggu atau terus datang kembali, mungkin ada sesuatu yang lain terjadi. Salah satu kemungkinannya adalah adanya refluks asam lambung. Ketika asam lambung naik ke esophagus, dapat menyebabkan iritasi pada pita suara. Jenis refluks yang paling sering ada hubungannya dengan masalah suara disebut penyakit refluks laryngopharyngeal. Dokter biasanya akan meresepkan antacid atau beberapa jenis obat lain, seperti steroid yang dapat membantu kondisi suara kembali membaik.

Kemungkinan lain adalah adanya infeksi jamur pada tenggorokan, yang biasa disebut dengan sariawan. Ini sering kali muncul pada orang-orang dengan sistem imun rendah, seperti penderita HIV atau kanker. Selain itu, para penderita asthma yang sering menggunakan inhaler kortikosteroid juga rentan sariawan. Ini karena steroid bisa menurunkan fungsi kekebalan tubuh, yang memungkinkan tumbuhnya jamur. Obat anti jamur oral bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini.

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, Anda bisa berkonsumtasi dengan dokter spesialis THT (Telinga, hidung, tenggorokan), yang bisa melihat pita suara Anda dengan alat periksa khusus, apakah disebabkan oleh jamur atau asam lambung. Dengan pemeriksaan oleh dokter THT juga akan cepat mendeteksi jika ada sesuatu yang lebih serius, seperti adanya kanker laring, yang biasa ditandai dengan sakit telinga dan sakit tenggorokan.

Editor: edwardi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved