Sabtu, 25 April 2026

BREAKING NEWS

Takut Diamuk Massa, Sopir Dumptruck Menyerahkan Diri

Lie Kwet San, sopir dumptruck ini sempat sembunyi di rumah seorang warga, karena takut diamuk massa.

Editor: edwardi
bangkapos.com/fery Laskari
Bocah SD Tewas Dilindas Dumptruk 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perasaan Lie Kwet San (48) tak karuan ketika mobil dumptruck BN 8305 VN yang dia kemudikan melindas tubuh mugil bocah kelas III SD, LN (8) di Jl Raya Desa Rebo Sungailiat, Jumat (31/7/2015).

Pria beranak empat itu langsung sempat sembunyi di rumah seorang warga, karena takut diamuk massa. Tak lama berselang, sopir dumptruck ini menyerahkan diri ke polisi.

Kejadian bermula ketika Lie Kwet San (48) mengangkut pasir bangunan dari arah Pantai Rebo Sungailiat, Jumat (31/7) pagi.

Pasir itu dia bawa menggunakan dumptruck, melintas di Jl Raya Desa Rebo. Namun baru beberapa kilometer kendaraan melaju, Lie Kwet San bertemu gerombolan pelajar SD bersama beberapa guru mereka di jalan yang sama.

Posisi murid-murid SD ini persis di depan mobil dumptruck, dan menggunakan arah yang sama, jalur kiri, sama-sama dari arah Pantai menuju Simpang Rebo. Ratusan anak-anak itu berjalan beriringan mengenakan pakaian olahraga.

Lie Kwet San bermaksud mendahului para pelajar tadi. Namun baru separuh barisan, tiba-tiba seorang bocah (korban) keluar dari kerumunan, menyeberang ke kanan jalan. Kejadian itu secara tiba-tiba, sehingga Lie Kwet San tak mampu mengelak, lalu mobilnya melindas tubuh korban, LN (8), pelajar kelas III SD.

"Saya bawa mobil dumptruck BN 8305 VN dari arah Pantai Rebo. Waktu itu mobil yang saya kemudikan bawa pasir, mau menuju ke arah Simpang Rebo (Jl Sungailiat-Pangkalpinang)," kata Sopir Dumptruck BN 8305 VN, Lie Kwet San (48) saat dimintai keterangan oleh Bangkapos.com, beberapa saat usai kejadian, Jumat (31/7) d kantor polisi.

Saat kejadian, teriakan para murid, guru dan warga sekitar terdengar keras. Mereka berusaha menyelamatkan korban yang tergeletak di badan jalan aspal. Suasana saat itu menjadi semakin ramai sehingga membuat Lie Kwet San, panik.

Rasa takut dan cemas, membuatnya memilih 'sembunyi' di rumah seorang warga.

"Saat saya turun dari mobi, rupanya korban sudah terlindas. Saat mobil berhenti posisi dia (korban) sudah di belakang (dumptruck), sekitar empat meter, dari tempat berhenti mobil. Saya langsung mengamankan diri ke tetangga sebelah (rumah warga) minta tolong karena takut diamuk massa. Setelah itu saya minta diantarkan ke kantor polisi untuk menyerahkan diri," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved