The Ilalang Institute Beberkan Money Politics Pemilu 2014 di Bangka

Fakta yang terungkap di lapangan memperlihatkan bahwa adanya berbagai macam bentuk politik uang pada saat pemilu 2014

The Ilalang Institute Beberkan Money Politics Pemilu 2014 di Bangka
bangkapos.com/nurhayati
Tim Peneliti The Ilalang Institute saat pemaparan hasil riset politik uang (money politics), Kamis (30/7/2015) di KPU Bangka.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan fakta yang terungkap di lapangan memperlihatkan bahwa adanya berbagai macam bentuk politik uang pada saat pemilu 2014 di Kabupaten Bangka.

Fakta ini terungkap berdasarkan hasil riset KPU Kabupaten Bangka kerjasama dengan The Ilalang Institute saat pemaparan hasil riset politik uang (money politics), Kamis (30/7/2015) di KPU Bangka.

Diakui Tim Peneliti The Ilalang Institute Rendy Hamzah, kegiatan tingkat partisipasi dalam pemilu dengan tema money politic dilaksanakan karena selalu menjadi isu sensitif sekaligus juga mewarnai corak elektorasi di sejumlah daerah di tanah air.

"Isu serangan fajar, serangan siang, detik-detik menuju bilik suara, pembagian berbagai alat perlengkapan ibadah, bantuan fenomena jamak yang banyak dilakukan oleh hampir sebagian besar para politisi yang bertarung dalam arena pemilu," ungkap Rendy.

Menurutnya pada saat yang bersamaan agama tampil sebagai penetrasi bagi berlangsungnya berbagai praktik money politics dengan berbagai bentuk dan mobiliasasinya.

"Ini tentu menjadi masalah tersendiri karena agama justru hanya menjadi ruang artikulasi politik kesalehan bagi para kandidat legislatif untuk memenuhi hasrat berkuasanya," beber Rendy.

Dari hasil riset yang mereka lakukan menurut Tim Riset The Ilalang Institute, Sujadmi, di Kabupaten Bangka, varian politik uang dalam ranah agama seperti pemberian perlengkapan ibadah (peci, sarung, jilbab, busana muslim, sajadah dan lain-lain) dan dalam bentuk barang dari sembako hingga ayam hidup kepada masyarakat pemilih.

Selain itu juga bantuan dana untuk tempat ibadah, strategi pra dan pasca pemilihan, kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar, khutbah hingga pemberian uang tunai pada hari H pemilihan.

"Dalam pemahaman jamak para politisi justru dipahami para politisi justru dimengerti secara harfiah saja. Seolah hanya pemberian uang secara tunai atau langsung kepada pemilih. Padahal dalam konteks yang lebih luas politik patronase dan pola mobilitasi politik yang dilakukan para kandidat dengan melibatkan para tim sukses juga memiliki dimensi yang sangat luas sebagai strategi dalam melakukan politik uang dengan kemasan yang jauh lebih banyak dan rumit dimana prosesnya berlangsung masif," jelas Sujadmi.

Dalam riset yang dipaparkan Tim Ilalang Institute, dipetakan juga berbagai bentuk politik uang dengan berbagai macam variannya, serta berbagai upaya mobilisasi serta pemanfaatan politik kesalehan yang menjadi penetrasi bagi praktik money politics yang dilakukan oleh para kandidat calon legislatif pada pemilu 2014.

Mereka juga memberikan saran dan rekomendasi untuk penyadaran politik uang baik bagi internal dan eksternal KPU maupun pendidikan politik bagi para kandidat dan untuk masyarakat.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved