Lipsus Lada Bangka
Kadis Ferryanis: Batasi Pupuk Anorganik pada Lada Ketika Kemarau
Kalau daun rontok dan kuning, maka proses pembuahan akan terganggu,
Penulis: M Zulkodri |
PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Banyak faktor penyebab tanaman lada mudah mati. Mulai dari ketersediaan air hingga faktor cuaca.
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bangka Tengah, Ferryanis memberikan analisa dan pendapatnya tentang lada Bangka pada umumnya. Berikut ini analisa Feriyanis :
SAAT musim kemarau, proses transpirasi akan meningkat, organisme pengganggu tanaman pun juga meningkat, konsumsi air meningkat, tanaman lada yang kurang air akan water stress sehingga berakibat daun menguning dan rontok.
Kalau daun rontok dan kuning, maka proses pembuahan akan terganggu, untuk itu, perlu dilakukan penyiraman secara berkelanjutan.
Untuk mendapatkan air tanah dan mengurangi terjadi kekurangan air pada tanaman, petani harus membatasi penggunaan pupuk anorganik. Atau bila perlu jangan digunakan dulu selama musim kemarau. Lebih baik baik mengunakan pupuk organik seperti pupuk kompos dan sejenisnya.
Tanaman lada juga mudah menguning selain kekurangan air, juga bisa disebabkan terik panas matahari lansung yang terlalu berlebih. Makanya perlu di sekeliling tanaman lada ditanami pohon pelindung, seperti pohon karet atau sebagainya, agar tanaman lada tidak langsung terkena sinar matahari.
Bagi yang mengunakan junjung hidup, mungkin tidak begitu terpengaruh soal panas matahari, karena tanaman lada masih erlindungi, terik sinar matahari. Maka kita menganjurkan pekebun menanam lada mengunakan junjung hidup, itu salah satu maanfaatnya. (zky)