Kadin Babel Berupaya Mengubah Pola Pikir Pascatimah

Dulu keanggotaan Kadin dipakai untuk pengadaan, tender. Tapi saat ini Kadin tidak lagi diperlukan untuk pengadaan suatu barang dan jasa.

Kadin Babel Berupaya Mengubah Pola Pikir Pascatimah
bangkapos.com/fery Laskari
Thomas Jusman dan istrinya

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- IR THOMAS JUSMAN MM, itulah nama dan gelar pria ini. Sosok pengusaha asal Sungailiat itu, sangat dikenal berbagai kalangan. Kiprahnya tak perlu diragukan, karena begitu banyak karya yang dia tetaskan melalui 'tangan dinginnya' bagi daerah. Karena itu pula, Thomas Jusman terpilih sebagai orang nomor satu di Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Propinsi Bangka Belitung (Babel), baru-baru ini, 2015.

"Kadin itu adalah lembaga yang lahir dibentuk oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, di mana Kadin itu merupakan wadah komunikasi, wadah reprentasi, wadah informasi, wadah konsultasi, wadah advokasi antar pengusaha, kemudian antar pengusaha dengan pemerintah untuk memajukan perekonomian," kata Thomas, ketika ditemui di kediamannya di Jl Syafri Rahman Nomor 178 B Sungailiat, Bangka, Selasa (4/8/2015).

Sebagai Ketua Kadin Babel yang baru saja terplih kata Thomas, dia melihat begitu banyak hal yang harus diperbarui. "Karena perkembangan Kadin di Babel lima hingga tujuh tahun terakhir, fungsi dan perannya terasa kurang nyata bagi para anggota. Selama ini organisasi Kadin belum berjalan sebagaimana mestinya, rada sedikit vakum," katanya.

Dulu kata Thomas, keanggotaan Kadin dipakai untuk pengadaan, tender. Tapi saat ini Kadin tidak lagi diperlukan untuk pengadaan suatu barang dan jasa.

"Sehingga keharusan jadi anggota Kadin itu dirasakan kurang, apabila organisasi itu sendiri tidak bisa memberikan manfaat bagi anggota," katanya.

Lalu bagaimana peran vital Kadin bagi perkembangan daerah, ke depan?

Thomas menjelaskan. "Kadin ini adalah induk organisasi para pengusaha. Sehingga semua sektor usaha itu otomatois berada di Kadin.''

''Ke depan, kita akan membentuk kepengurusan yang solid, kompak, yang secara kolektif nanti bisa menjalankan roda organisasi sehingga akan beperan efektif dalam pembangunan di Bangka Belitung," kata pria yan punya hobi membaca buku, nonton film biografi, dan drama perjuangan.

Adakah sektor tertentu, prioritas yang menjadi bidikan Kadin kedepan di Bangka Belitung? Thomas menjawab diplomatis. "Kita tahu bahwa selama ini Babel sangat mengandalkan komoditi pertimahan. Dan seperti kita ketahui bahwa sektor ini sudah ada sejak berapa ratus tahun silam, sejak Zaman Belanda kita mengandalkan timah. Tapi, sekarang, sepertinya itu tidak dapat berkelanjutan karena timah bahan yang tidak bisa diperbarui lagi," katanya.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved