Kadin Babel Berupaya Mengubah Pola Pikir Pascatimah

Dulu keanggotaan Kadin dipakai untuk pengadaan, tender. Tapi saat ini Kadin tidak lagi diperlukan untuk pengadaan suatu barang dan jasa.

Kadin Babel Berupaya Mengubah Pola Pikir Pascatimah
bangkapos.com/fery Laskari
Thomas Jusman dan istrinya

Kendala itu pula kata Thomas, mengharuskan pemerintah daerah dan masyarakat, lebih jeli. Terlalu mengandalkan timah katanya, dikawatirkan membuat daerah ini tertinggal dari daerah lain. "Yang kita rasakan, begitu pertimahan terpuruk, Bangka Belitung sangat terasa penurun perekonomiannya. Ini perlu kita pikirkan bersama," kata suami Valerina Enna itu, terlihat begitu bersemangat menatap masa depan.

Apa solusinya pascatimah?

Thomas menguraikan pandangannya. Sedikitnya ada tiga sektor yang diutarakan pengusaha properti dan kontruksi ini, sebagai program unggulaan yang tak boleh dilupakan pemerintah daeraah maupun pihak terkait. "Sesungguhnya Babel ini punya potensi yang luar biasa, selain sektor timah, ada sektor lain, contoh, sektor kelautan perikanan, sektor pariwisata dan perkebunan," katanya.

Sektor-sektor pengganti timah ini menurut Thomas harus dioptimalkan, terlebih Babel dulunya terkenal dengan sebagai produsen lada putih yang mendunia. "Apalagi dulu Babel terkenal dengan perkebunan lada, terkenal dengan White Pepper Muntok (lada putih). Tentunya potensi besar ini perlu sekali kita kembangkan. Babel juga punya posisi strategis, dekat dengan Jakarta, dekat dengan Palembang, dekat dengan Batam, dekat dengan Singapura, berada di jalur pelayatan internasional dan punya pulau-pulau eksotis, dan pantai yang indah sehingga memilkiki kekuatan maritim yang luar biasa untuk dikembangkan," katanya.

Solusi ini kata Thomas, menjadi catatan Kadin Babel sebagai langkah menyongsong pasca pertambangan di daerah. Hal itu merupakan langkah logis, karena sejalan dengan program pemerintah pusat. "Program Presiden kita, Pak Jokowi, Poros Maritim. Makanya momentum ini harus dimanfaatkan untuk menggenjot infrastuktur di bidang hal-hal yang dapat memperkuat sektor maritim tadi," katanya.

Di sisi lain, Thomas mengakui, tak mudah mengubah pola pikir masyarakat daerah ini. Namun apapun kendalanya, itu harus dilakukan jika masyarakat dan pemerintah ingin menjadikan daerah ini lebih maju.

"Kita tak memungkiri, timah memang perlu, tapi lebih perlu lagi bagaimana mengelola timah secara arif dan bijak, berwawasan lingkungan, dan tidak bertabrakan satu sektor dengan sektor lainnya. Maka perlunya jusnalisasi pertambangan, pariwisata, maupun sektor lain."

Ke depan, Kadin Babel dipastikan Thomas, akan terus mengawal pemerintah daerah ini dalam menjalankan peran, fungsi dan tugasnya. "Dan tentunya kami Kadin Babel akan memberikan masukan ke pemerintah daerah mengenai hal-hal tersebut, mengenai aturan regulasi, mana kawasan yang boleh ditambang dan mana yang tidak boleh, dan mana yang harus dikembangkan untuk kawasan wisata."

Jika seadainya nanti kebijakan pemerintah pusat tidak sejalan dengan pemerintah daerah maupun masyarakat, apa yang dapat diperbuat Kadin Babel?

Thomas menyebut kekuatan organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang dia pimpin tak akan tutup mata.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved