Lebih Dekat dengan Thomas Jusman

Targetkan Tiga Sektor Timah

SEBAGAI Ketua Kadin Babel yang baru saja terplih kata Thomas, dia melihat begitu banyak hal yang harus diperbarui.

Targetkan Tiga Sektor Timah
bangkapos.com/dok
Thomas Jusman dan istrinya

*Lebih Dekat dengan Thomas Jusman
Kita Harus Solid dan Kompak

Ir Thomas Jusman MM, itulah nama dan gelar pria ini. Sosok pengusaha asal Sungailiat itu, sangat dikenal berbagai kalangan. Kiprahnya tak perlu diragukan, karena begitu banyak karya yang dia tetaskan melalui 'tangan dinginnya' bagi daerah. Karena itu pula, Thomas Jusman terpilih sebagai orang nomor satu di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bangka Belitung (Babel) periode 2015-2020.

SEBAGAI Ketua Kadin Babel yang baru saja terplih kata Thomas, dia melihat begitu banyak hal yang harus diperbarui.

"Karena perkembangan Kadin di Babel lima hingga tujuh tahun terakhir, fungsi dan perannya terasa kurang nyata bagi para anggota. Selama ini organisasi Kadin belum berjalan sebagaimana mestinya, rada sedikit vakum," kata Thomas ketika ditemui di kediamannya di Jalan Syafri Rahman Nomor 178 B, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (4/8).

Dulu kata Thomas, keanggotaan Kadin dipakai untuk pengadaan, tender. Tapi saat ini Kadin tidak lagi diperlukan untuk pengadaan suatu barang dan jasa.

"Sehingga keharusan jadi anggota Kadin itu dirasakan kurang, apabila organisasi itu sendiri tidak bisa memberikan manfaat bagi anggota," katanya.

Lalu bagaimana peran vital Kadin bagi perkembangan daerah, kedepan? Thomas menjelaskan.

"Kadin ini adalah induk organisasi para pengusaha. Sehingga semua sektor usaha itu otomatis berada di Kadin. Kedepan, kita akan membentuk kepengurusan yang solid, kompak, yang secara kolektif nanti bisa menjalankan roda organisasi sehingga akan beperan efektif dalam pembangunan di Bangka Belitung," kata pria yan punya hobi membaca buku, nonton film biografi, dan drama perjuangan.

Adakah sektor tertentu, prioritas yang menjadi bidikan Kadin kedepan di Bangka Belitung? Thomas menjawab diplomatis.

"Kita tahu bahwa selama ini Babel sangat mengandalkan komoditi pertimahan. Dan seperti kita ketahui bahwa sektor ini sudah ada sejak berapa ratus tahun silam, sejak Zaman Belanda kita mengandalkan timah. Tapi, sekarang, sepertinya itu tidak dapat berkelanjutan karena timah bahan yang tidak bisa diperbarui lagi," katanya.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved