Benda Itu Mengisap, Menyaring, dan Mengeringkan
Mesin itu didatangkan dari Tiongkok pada bulan Ramadan lalu. Namun perakitan mesin di lokasi tambang pasir milik PT PMS
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Operator mesin milik PT Parit Mujur Sejahtera (PMS) Ali menjelaskan mesin tambang pasir yang beroperasi di Dusun Kelubong Gede Desa Padang Kandis Kecamatan Membalong, bukanlah kapal isap. Mesin yang terdiri dari dua bagian itu merupakan mesin penghisap pasir, serta mesin penyaring dan pengering pasir.
Mesin itu didatangkan dari Tiongkok pada bulan Ramadan lalu. Namun perakitan mesin di lokasi tambang pasir milik PT PMS seluas sekitar 50 hektar. Perakitan mesin baru selesai pada Selasa pekan lalu.
"Dirakitnya di sini, dibangun di sini. Mesin itu didatangkan dari China. Awalnya berupa potongan-potongan. Rakit mesin dari puasa, selesai ngerakit Selasa minggu lalu. Jadi baru seminggu ini," kata Ali ditemui di lokasi tambang, Rabu (5/8).
Pria asal Bandung, Jawa Barat ini menambahkan mesin tersebut hanya beroperasi di kolong di dalam IUP milik PT PMS. Meskipun telah selesai dibangun, namun mesin itu belum dioperasikan. Pasalnya terjadi penolakan dari warga desa setempat.
"Kemarin cuma coba mesin aja, tapi belum beroperasi sampai sekarang. Jadi belum produksi sama sekali. Saya juga nggak tahu nama mesin itu apa, berapa produksinya," ujar pria bertubuh tinggi ini.
Mesin pertama merupakan mesin penyedot pasir. Mesin ini lebih mirip ponton moderen. Berukuran panjang 12 meter dan lebar 4 meter dilengkapi mata bor. Mesin tersebut berfungsi untuk menyedot pasir yang berada di kolong tambang.
Meskipun mengapung di permukaan air, mesin tersebut tidak dilengkapi motor penggerak seperti kapal. Sehingga tidak bisa berpindah tempat sendiri. Ponton moderen penghisap pasir ini mempunyai draft air sekitar 30 sentimeter.
"Nggak ada mesin penggerak seperti kapal, jadi harus dipindahkan. Seperti ponton. Memindahkannya pakai alat berat. Ponton ini buatan China, lebih rapi kelihatannya karena mesinnya nggak kelihatan di luar. Sama cara kerjanya dengan mesin-mesin sedot pasir lainnya," papar Ali.
Ponton tersebut dihubungkan dengan mesin kedua yang merupakan penyaring dan pengering pasir. Penghubung kedua mesin ini yakni pipa sebesar 10 inci. Mesin kedua ini ditempatkan di atas permukaan tanah dan bersifat statis atau tidak berpindah-pindah.
Pasir yang berhasil dihisap ponton mesin penghisap dikirim melalui pipa besar tersebut ke mesin penyaring. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan pasir dan kotorannya serta mengeringkan pasir tersebut. Sedangkan kotoran yang dipisahkan langsung dibuang ke kolong yang sama.
"Mesin penyaring cuma memisahkan pasir dengan kotoran. Kotorannya langsung dibuang ke kolong itu. Itu ngeringin juga, bedanya gitu aja. Mesin yang biasanya hanya pakai bak," tambah Ali.
Kotoran apapun yang terbawa dengan pasir akan dipisahkan dari pasirnya. Ia menyebutkan tidak ada produksi lain selain pasir. Kotoran hasil pengolahannya pun langsung dibuang di kolong tempat pasir tersebut disedot.
"Di sini juga nggak ada timahnya, cuma pasir aja, yang dibuang ke kotoran. Nggak ada limbah ke sungai, karena ini kolong tertutup," kata Ali.
Kolong yang berada di dalam IUP PT PMS berjarak sekitar satu kilometer dari Sungai Kelubong. Sedangkan dari laut mencapai beberapa kilometer. Sedangkan IUP PT PMS sendiri dikelilingi IUP-IUP milik perusahaan pertambangan besar lainnya yang berproduksi secara manual.
Ali menyebutkan di area IUP tersebut juga tidak mengandung timah. Sedangkan hasil pemisahan yakni kotoran juga langsung terbuang ke kolong semula. Sehingga tidak ada hasil lain seperti timah atau bahan tambang lainnya.
Menurut Ali, mesin serupa juga sudah digunakan beberapa perusahaan tambang pasir di Belitung. Hanya saja mesin ini mempunyai penyaring dan pengering pasir yang memisahkan dengan kotorannya. (cla)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kapal-isap-pasir_20150807_095553.jpg)