Ekspor Timah

Pengusaha Timah Akan Lobi Mendag Baru

"Padahal kondisi dolar yang mendekati Rp 14 ribu seperti ini, ekspor kita akan sangat luar biasa. Tetapi tidak bisa ekspor,"

Pengusaha Timah Akan Lobi Mendag Baru
Bangka Pos /
PT Timah merupakan pemasok balok timah terbesar diunia. Tampak Wali Kota Pangkalpinang Zulkarnain Karim sedang melihat balok timah batangan yang tersusun di gudang di Pusmet Bangka Barat.

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Pergantian menteri perdagangan membawa harapan baru bagi pelaku timah di bangka Belitung. Mereka berharap Thomas Trikasi Lembong, menteri perdagangan yang baru menggantikan Rachmat Gobel, merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 33 Tahun 2015 yang mengatur tentang timah.

"Kami akan melobi kembali menteri agar lebih berpihak pada pengusaha," kata Ketua Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI), Ismiryadi, Rabu (12/8/2015).

Ismiryadi mengatakan aturan Permendag Nomor 33 Tahun 2015 membuat ekspor timah tertahan. Pasalnya aturan itu dinilai memberatkan pengusaha timah.

"Padahal kondisi dolar yang mendekati Rp 14 ribu seperti ini, ekspor kita akan sangat luar biasa. Tetapi tidak bisa ekspor karena aturan yang dibuat menteri," katanya.

Thomas Trikasi Lembong dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8) siang. Bersamanya, presiden melantik empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri. Empat menteri baru itu antara lain, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Luhut B Panjaitan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Sedangkan satu pejabat setingkat menteri yang dilantik adalah Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet.

Gandeng ibu

Thomas Trikasih Lembong menebar senyum jelang pelantikannya selaku Menteri Perdagangan. Mengenakan kemeja putih dengan dasi berwarna hijau, Thomas Lembong memanggul tas berwarna hitam.

Ia tidak sendirian saat memasuki gerbang Istana Negara, Jakarta. Bersama ibunda, Thomas Lembong yang tiba sekitar pukul 12.30 Wib bergegas mengayunkan langkah.

Tidak banyak pernyataan yang dikemukakan pria yang dikenal dengan sapaan Tom Lembong itu. Ia memilih mempercepat langkah memasuki ruang pelantikan kabiner kerja terbaru. "Kawan-kawan, tolong ya. Jangan dulu," jawab Thomas ketika ditanya wartawan.

Jawaban Thomas lalu dibalas dengan beragam pertanyaan. Kali ini, Thomas pun kembali enggan memberi jawaban atas pertanyaan sejumlah wartawan. "Waduh, jangan belum waktunya. Maaf ya. maaf ya, nanti ada waktunya. maaf," ujarnya.

Setelah dilantik, Tom langsung mengikuti acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Dia mengaku tersentak kaget usai mengetahui dirinya diminta datang menghadiri pelantikan kabinet kerja pada Rabu siang 

Apalagi, permintaan untuk hadir pada pukul 13.00 WIB tersebut justru sebagai acara pelantikan dirinya sebagai Menteri Perdagangan menggantikan sosok Rachmat Gobel.

"Saya baru mendapat telepon pagi tadi bahwa jam 13.00 diminta hadir untuk dilantik. Sudah dikasih tahu jabatannya," kata Tom usai serah terima jabatan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Menurutnya, undangan pelantikan selaku menteri datang dari pihak Istana. Pengusaha galangan kapal ini pun tidak berkutik atas permintaan tersebut. "Lumayan surprise (terkejut) sih," ujarnya seraya melempar senyum.

Ia menjelaskan, permintaan menjadi anggota Kabinet Kerja lalu diamini dengan senang hati. Ia menilai, ada peluang besar yang bisa digunakan Indonesia untuk membenahi diri dari terpaan ekonomi global. "Untuk negara, saya kira kita semua harus ikuti ataupun menawarkan diri," tuturnya. (tea/tribunnews/jar/dtc/tmp)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved