Lipsus Cuaca Babel

Ini Penyebab Suhu di Babel Semakin Panas

Dijelaskanya, efek rumah kaca merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global yang menjadikan bumi ini mengalami perubahan iklim.

Ini Penyebab Suhu di Babel Semakin Panas
bangkapos.com/dok
Direktur Walhi Babel, Budi Ratno sedang mempersiapkan bendera Walhi untuk ditancapkan di dasar laut dalam aksi peduli lingkungan.

DIREKTUR Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) provinsi Bangka Belitung, Ratno Budi mengatakan iklim atau cuaca akhir-akhir ini dirasakan lebih panas hal itu menurutnya diantaranya yakni disebabkan adanya perubahan iklim yang terjadi dibumi ini adalah pemanasan global.

Menurutnya lagi terjadinya pemanasan global itu sendiri dikarenakan lantaran meningkatnya suhu rata-rata dipermukaan bumi baik itu darat maupun laut. Pengaruh pemanasan global terhadap terjadinya perubahan iklim sangat signifikan, contohnya adalah dari sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pemanasan global dapat meningkatkan intensitas terjadinya badai.

"Jadi hal ini membuktikan iklim di alam ini seringkali terjadi berubah-ubah," kata Ratno Budi kepada Bangka Pos Group, Rabu (19/8).

Selain itu penyebab kondisi suhu panas dirasakan sebagian besar manusia termasuk suhu atau iklim di daerah provinsi Bangka Belitung (Babel) pun sesungguhnya juga dipengaruhi faktor lainnya, seperti dampak atau efek 'Rumah Kaca'

Dijelaskanya, efek rumah kaca merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global yang menjadikan bumi ini mengalami perubahan iklim. Selain itu, peristiwa efek rumah kaca utamanya disebabkan oleh aktivitas manusia seperti polusi dari pabrik-pabrik, polusi dari kendaraan bermotor dan juga dari sektor pertanian.

Namun selain faktor lainnya juga, peristiwa badai El Nino dan La Nina pun menurutnya sangat memberikan dampak terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini. Dan El Nino sendiri menurutnya adalah proses terjadinya peningkatan temperatur atau suhu air laut didaerah Peru dan Ekuador yang dapat berdampak mengganggu iklim secara global.

Peristiwa ini umumnya terjadi dalam waktu dua sampai tujuh tahun sekali. Sedangkan La Nina adalah kebalikan dari El Nino, yaitu ketika suhu atau temperatur air laut didaerah Peru dan Ekuador menjadi dingin.

"Peristiwa La Nina bisa menyebabkan angin kencang, hujan lebat dan juga banjir didaerah-daerah sekitar Indonesia," jelasnya.

Begitu terjadinya perubahan iklim saat ini dirasakan panas lantara Menipisnya Lapisan Ozon
Perlu diketahui bersama bahwa saat ini lapisan ozon di atmosfer bumi semakin menipis, dan ini merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim secara global.

Sinar matahari yang menyinari bumi langsung terpancar ke bumi tanpa terfilter terlebih dahulu dilapisan ozon (karena semakin menipis), ini yang membuat sinar matahari terasa sangat terik. Nah inilah salah satu penyebab kenapa bumi semakin hari semakin panas dan kita merasa tidak nyaman lagi di bumi ini. (rap)

Tags
suhu
Penulis: ryan augusta
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved