Rustam Susah Berpikir Gara-gara Pertimahan

"Keberadaan ICDX memang perlu dikoreksi, walau memang sejauh ini belum ada MoU dengan kita pemprov Babel," kata Rustam,

Rustam Susah Berpikir Gara-gara Pertimahan
Bangka Pos/ Deddy Marjaya
Rustam Effendi 

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Gubernur Provinsi Babel, Rustam Effendi mempertanyakan komitmen Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ( ICDX) untuk menjadi penentu harga timah dunia.

Rustam mengaku akan mengoreksi keberadaan dan sumbangsih perusahaan bursa komoditi itu. Terlebih saat ini fluktuasi harga timah semakin tak terkontrol.

"Keberadaan ICDX memang perlu dikoreksi, walau memang sejauh ini belum ada MoU dengan kita pemprov Babel," kata Rustam, kepada harian ini, Kamis (20/8).

Rustam menambahkan saat ini pelaku pertimahan di Babel kurang baik lantaran harga timah yang tak menentu. Ia pun kembali mempertanyakan peran serta dari ICDX terkit harga tersebut.

Selain permasalahan ICDX, Rustam pun mengaku semakin susah berpikir akibat persoalan pertimahan ini. Sebab menurutnya peraturan penjualan atau ekspor juga dipengaruhi oleh peraturan pemerintah.

"Selain ICDX, Permendag 33 juga perlu dikoreksi, susah kita berpikirnya ya," kata Rustam Effendi.

Rustam mengaku senang dengan adanya reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Dalam reshufflel kabinet, Jokowi mengganti lima menteri termasuk Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang digantikan Thomas Trikasih Lembong.

Dengan adanya reshuffel kabinet ini Rustam menginginkan Menteri Perdagangan yang baru dapat merubah atau membuat kebijakan baru tentang perturan pertimahan di Babel. Ia berharap peraturan tentang pertimahan dapat diperbaiki.

"Semoga dengan menteri yang baru ini ada perubahan," ujar Rustam. (l4)

Penulis: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved