Demo Tolak Tambang Pasir, Warga Perlang Hanya Disambut Asisten I Pemprov
Masyarakat tetap mendesak pemerintah izin perusahaan tetap dicabut, karena muncul masalah sosial yang bersumber saat perusahaan itu hadir
Penulis: Evan Saputra | Editor: edwardi
Laporan wartawan Bangka Pos Evan Saputra
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puluhan warga Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Provinsi Bangka Belitung (Babel) hanya disambut oleh Assisten I, Amrullah, dan tiga Kepala SKPD, Dinas Kehutanan, BLH dan Dinas Pertambangan.
Puluhan pendemo ini tidak mundur karena hanya disambut seorang Assisten saja. Direktur Walhi Babel, Retno Budi, mengatakan pihaknya tidak takut untuk terus memperjuangkan keinginan menghentikan aktifitas penambangan pasir kuarsa di desa setempat oleh PT Walie Tampas Citratama (WTC).
"Tidak perlu ada yang ditakuti, kami menindaklanjuti bahwa kami sudah menggelar hal serupa di pemkab bateng, dan surat edran menteri ESDM, pencabutan izin ada di provinsi, oleh karena itu kita datang kesini, untuk perizinan PT WTC dicabut," kata Retno, Kamis (26/7/2015)
Dikatakan Retno, PT WTC menjadi penyebab munculnya masalah. Sosial di Desa Perlang. Masyarakat katanya terus berusaha untuk menutup aktivitas di perusahaan tersebut.
"Masyarakat tetap mendesak pemerintah izin perusahaan tetap dicabut, karena muncul masalah sosial yang bersumber saat perusahaan itu hadir," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/demo-tolak-tambang-pasir_20150827_152437.jpg)