Berita Foto
Chit Ngiat Pan Ritual Perjamuan Arwah Gentayangan
Ritual itu diadakan diberbagai klenteng di Bangka Belitung untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Resha Juhari
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Sembahyang Rebut atau Chit Ngiat Pan merupakan salah satu warisan budaya adat kepercayaan warga Tionghoa di Bangka Belitung yang mempercayai pada tanggal 14-15 bulan ketujuh tahun Imlek kalender cina pintu akherat terbuka. Arwah-arwah di akherat keluar bergentayangan dan turun ke dunia, Sehingga umat Tionghoa menggelar ritual khusus dengan menyiapkan sesaji berupa makanan, minuman, buah-buahan, uang kertas dan baju.
Ritual itu diadakan diberbagai klenteng di Bangka Belitung untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan. Seperti yang dilakukan di Klenteng Shen Mu Miau, Tanjung Bunga, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (28/8/2015). Ritual diadakan mulai dari petang hingga tengah malam.

Patung Thai Se Ja setinggi sekitar empat meter dengan posisi duduk sambil memegang buku dan sebuah pena dipersiapkan untuk melakukan ritual yang dilakukan setiap tahun itu.
Menjelang tengah malam, sesaji yang telah disiapkan diatas altar mulai direbutkan oleh ratusan pengunjung yang datang. Dimulai dengan aba-aba pertanda rebutan pun dimulai. Upacara rebutan inilah yang menjadi ciri khas Chit Ngiat Pan dikenal dengan Sembahyang Rebut.
Pada puncak acara dilakukan dengan pembakaran patung Thai Se Ja menandakan arwah-arwah gentayangan telah kembali ke dunianya.

Tidak jauh berbeda, Klenteng Sip Sam Fun yang berada di Desa Dul, Pangkalan Baru, Bangka Tengah juga melakukan hal yang serupa dalam menggelar ritual Chit Ngiat Pan, hanya saja di klenteng itu melakukan ritual Ko Fo San atau berjalan diatas bara api.

Ko Fo San yang dilakukan oleh seorang Taipak mulai kerasukan, Dengan pipi yang tertusuk oleh benda tajam, Sambil membaca mantra dengan menyemburkan air dan membawa seikat tangkai pohon ia mulai berlari diatas bara api. Setelah berulang kali berlari, Ritual berjalan diatas bara api diikuti oleh pengunjung yang datang.
Warga percaya jika, berjalan diatas bara api itu bisa menyembuhkan penyakit dan diberi keselamatan serta menolak bala.
Berikut Foto-Fotonya




:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sembahyang-rebut-dan-chit-ngiat-pan_20150829_105430.jpg)