Senin, 20 April 2026

Bentrok TNI Polri

Anggota TNI Tewas Tertembak Kasdam Wirabuana Sebut Polisi Berlebihan

Memang anggota kami ada di sana lagi nonton balapan di stadion Polman. Tapi saya lihat polisi sangat berlebihan menangani permasalahan itu.

Tribun Timur
Rongsokan kenderaan yang terbakar dalam bentrokan TNI-Polri 

BANGKAPOS.com - MAKASSAR - Kepala Staf Kodam VII Wirabuana, Brigadir Jendral (Brigjen) TNI Kurnia Dewantara menilai aparat kepolisian berlebihan dalam menangani masalah balapan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

"Memang anggota kami ada di sana lagi nonton balapan di stadion Polman. Tapi saya lihat polisi sangat berlebihan menangani permasalahan itu," kata Kurnia dalam konferensi pers di rumah dinasnya di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (30/8/2015) malam.

 

(baca juga: Polisi dan TNI Bentrok saat Lomba Balap Motor, Satu Tertembak..)

Kurnia menyatakan situasi hingga pukul 18.00 Wita sudah terkendali. Detasemen Polisi Militer, kata Kurnia, pun tengah berpatroli untuk mengamankan wilayah.

"Saat ini, Pangdam VII Wirabuana dan Kapolda Sulselbar sedang berkoordinasi di lokasi bentrokan. Saya dan Wakapolda Sulselbar juga terus berkoordinasi menjaga situasi di wilayah lainnya agar tidak merembes," tambahnya.

Menurut Kurnia, bentrokan yang sering terjadi Sulselbar disebabkan oleh oknum-oknum.

"Jadi bukan institusi, tapi oknum-oknum anggota yang sering berulah," tuturnya.

Anggota TNI dan Polri kembali terlibat bentrokan. Kali ini terjadi di sirkuit permanen Sport Center Jl Stadion, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam kejadian itu, seorang anggota kodim 1401/Majene, Prajurit Dua (Prada) Yuliadi tertembak, Minggu (30/8/2015).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved