Main Mangkak, Irhamda Nyari Igik Karet di Kebun

Irhamda, siswa kelas 1 SMPN 3 Pemali ini sejak kecil sudah terbiasa bermain berbagai permainan tradisional.

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
bangkapos.com/Nurhayati
SDN Sungailiat mengusung permainan tradisional saat karnaval indah peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke 70 tanggal 19 Agustus 2015 lalu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Irhamda, siswa kelas 1 SMPN 3 Pemali ini sejak kecil sudah terbiasa bermain berbagai permainan tradisional.

Mangkak igik karet, main igik sagak, betet burung, sembunyi gong, bedil bambu dan lainnya menjadi mainan sehari-harinya. Permainan ini sering ia mainkan bersama kawan-kawannya di kampung Desa Sempan Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

"Kalau igik karet kami nyari di kebun-kebun. Biase e main kek kawan-kawan sudeh pulang sekolah. Kalau dak pas hari minggu libur sekolah tapi waktu ko agik SD galek mainnya," kata Irhamda kepada bangkapos.com, Sabtu (19/9/2015) di rumahnya.

Selain itu juga beberapa permainan tradisional, mereka buat sendiri seperti betet, bedil bambu, tor-tor dan permainan lainnya mereka buat sendiri untuk dimainkan bersama teman-temannya.

Namun seiring usianya yang mulai beranjak remaja dia sudah jarang memainkan permainan tradisional itu.
Apalagi seiring perkembangan teknologi dia lebih sering bermain Play Station (PS) maupun game online di warnet.

Kendati tinggal di kampung, Irhamda tidak ketinggalan teknologi. Bahkan dia bersama teman-teman sepermainnya beberapa kali mengunggah video joget ala kampung ataupun aktivitas mereka saat bermain di youtube dan sudah ditonton banyak orang.

Namun permainan tradisional yang hingga kini masih dia mainkan adalah bedil bambu. Apalagi setiap bulan puasa saat usai buka puasa atau sahur mereka sering main di kebun.

"Biase dulu pakai bambu kami nyari di hutan-hutan buet sendiri pakai karbit tapi sekarang ne main pakai kaleng kek spritus bunyi e lebih keras," ungkap Irhamda anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Untuk permainan bedil menggunakan kaleng bekas, dia mengaku tidak bisa membuatnya sendiri tetapi dibuat oleh kakaknya.

"Acak (kakak laki-laki-red) ko (saya-red) yang buat. Main e di kebun," kata Irhamda.

Kendati masih memainkan beberapa permainan tradisional tetapi menurut Irhamda dia lebih suka main game online karena lebih asyik.

"Kalau main game online atau PS kan dak nyaket badan men main bedil bahaya tapi ku seneng," kata Irhamda tertawa.

Walaupun dia lebih senang bermain game online tetapi sudah jarang dilakukannya hanya saja sekali-kali dia main ke warnet. Waktunya sekarang lebih banyak diisi dengan bermain bola.

Sejak sekolah dasar Irhamda sudah hoby bermain bola. Bahkan dia ikut bergabung di Sekolah Sepak Bola Cipta Karya Mandiri Desa Sempan.

"Ko sekarang lebih banyek maen ball (aku sekarang lebih banyak main bola-red). Seminggu due kalik kami latihan tapi ko galek main ball di lapangan bola kek kawan-kawan (seminggu dua kali kami latihan tapi saya suka bermain bola di lapangan dengan teman-teman--red). Kelak nek (nanti mau--red) tanding di Bina Satria," kata Irhamda.

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved